Ngaku Muslim? Wajib Tahu 4 Rukun Hibah Dalam Islam

Islam138 Dilihat

Rukun Hibah Dalam Islam – Sebagai seorang muslim, kita memiliki kewajiban untuk saling berbagi. Artinya, kita harus saling menolong, bukan hanya dengan bersikap baik. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan pahala sekaligus mempererat hubungan.

Memberikan sesuatu kepada orang lain secara ikhlas sering disebut hibah atau dapat diartikan sebagai hadiah. Namun, hibah tidak dapat dilakukan sembarangan, semuanya harus sesuai dengan syariat rukun hibah dalam Islam.

Rukun Hibah Dalam Islam

Apa Itu Hibah?

secara lebih luas hibah berarti pemberian secara sukarela kepada orang lain ketika masih hidup dan dilakukan pula saat penghibah masih hidup. Karenanya, hibah berbeda dengan warisan.

Hibah berasal dari bahasa Arab, yaitu الهِبَةُ artinya pemberian yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa mengharapkan pamrih atau imbalan apa pun.

Hibah dapat diwujudkan dalam bentuk barang bergerak maupun barang tidak bergerak, seperti, uang, rumah, tanah, atau barang berharga lainnya.

Rukun Hibah dalam Islam

Bukan hanya rukun iman saja, untuk memberikan hibah juga harus memenuhi rukun hibah. Berikut di antaranya:

  1. Adanya Pemberi (Al Wahib)

Berbeda dengan 6 rukun iman, rukun hibah yang  pertama ini diwajibkan adanya al-waahib yang memenuhi syarat. Meliputi, pemberi hibah adalah seorang yang merdeka, orang yang berakal, telah mencapai usia baligh pemberi benar-benar pemilik sah barang yang akan diberikan.

  1. Adanya Penerima Pemberian (Al Mauhub lahu)

Tidak ada syarat tertentu bagi pihak yang menerima hibah. Maka, hibah dapat diberikan kepada siapa pun. Namun, apabila penerima hibah adalah anak di bawah umur atau orang yang tidak waras akal pikirannya, maka hibah tersebut harus diserahkan kepada wali atau pengampu yang sah dari mereka.

Baca Juga:  Inilah Contoh Amalan Dan Hikmah-Hikmah Rukun Iman Ada 6 Yang Wajib Muslim Ketahui

Rukun Hibah Dalam Islam

  1. Wujud Barang Untuk Dihibahkan (Al-mauhuub)

Ada beberapa syarat terkait harta yang dihibahkan meliputi,

  • Wujud Barangnya ada pada saat dihibahkan. Hal ini karena akad hibah suatu barang akan tidak sah, jika saat hibah barangnya tidak ada. Misalnya, Anda menghibahkan buah kebun jagung, namun jagungnya tidak ada, dan akan berbuah tahun depan.
  • Barang yang dihibahkan telah diserah terimakan.
  • Benda yang dihibahkan milik orang yang memberi hibah. Ketika ingin menghibahkan sesuatu kepada orang lain, Anda tidak boleh menghibahkan milik orang lain tanpa izin pemiliknya.
  1. Shighat

Sighat berarti akad hibah, yaitu serah terima barang hibah antara pemberi dan penerima secara nyata dan ikhlas.

Maka, penerima hibah tidak wajib memberi balas jasa atau imbalan apapun atas hadiah yang diterima. Terutama, tidak ada aturan atau ketetapan terkait memberikan balasan setelah menerima hibah.

Selain itu, barang yang sudah dihibahkan tidak bisa ditarik kembali, sesuai dengan hadits nabi, “Orang yang menarik kembali hibahnya seperti anjing yang menjilat kembali muntahnya.” (HR Al-Bukhari).

Itulah 4 rukun hibah dalam Islam yang harus Anda penuhi sebagai seorang muslim ketika ingin berbagi dengan sesama. Semoga semua amal kebaikan kita diterima.