Zalim adalah salah satu perbuatan tercela yang sangat dibenci oleh Allah ﷻ. Dalam ajaran Islam, zalim tidak hanya dimaknai sebagai perbuatan menyakiti orang lain secara fisik, tetapi juga mencakup setiap bentuk tindakan yang melampaui batas, menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya, atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu kajiannya menegaskan bahwa perbuatan zalim dapat menjadi sebab tertutupnya pintu hidayah, terhalangnya doa, dan mendatangkan murka Allah ﷻ.
Makna Zalim Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Al-Qur’an banyak menyebut kata zalim dalam berbagai konteks. Salah satu ayat yang menegaskan larangan berbuat zalim adalah:
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Maidah: 8)
Ayat ini menegaskan bahwa zalim adalah lawan dari adil. Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, sementara zalim adalah kebalikannya. Bahkan, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zalim itu adalah kegelapan pada hari kiamat.”
Hadis ini memberi gambaran bahwa orang yang terbiasa berbuat zalim akan menghadapi balasan berat di akhirat, berupa kegelapan yang menutup jalan keselamatan.
Bentuk-Bentuk Zalim dalam Kehidupan Sehari-Hari
Dalam Islam, zalim terbagi ke dalam beberapa bentuk yang harus dihindari, di antaranya:
- Zalim kepada Allah ﷻ
Yaitu dengan menyekutukan-Nya (syirik). Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13) - Zalim kepada sesama manusia
Seperti merampas hak orang lain, menipu dalam jual beli, meremehkan orang lain, atau menahan hak yang seharusnya diberikan. - Zalim terhadap diri sendiri
Misalnya dengan meninggalkan shalat, berbuat maksiat, atau menunda taubat. Hal ini sejatinya merugikan jiwa sendiri karena menjauhkan diri dari rahmat Allah.
Ringkasan Video Ustadz Khalid Basalamah
Dalam potongan video kajian Ustadz Khalid Basalamah, beliau menjelaskan bahwa zalim bukan hanya menyakiti orang lain, tetapi juga ketika seseorang merugikan dirinya dengan perbuatan maksiat. Beliau menekankan pentingnya seorang Muslim untuk menjaga dirinya dari perbuatan yang mengundang murka Allah, karena setiap bentuk zalim akan mendapat balasan setimpal.
Ustadz Khalid juga menyinggung bahwa orang yang sering berbuat zalim, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, akan kehilangan ketenangan hidup. Sebaliknya, orang yang menjauhi kezaliman akan memperoleh keberkahan dan doa-doanya lebih mudah dikabulkan Allah ﷻ.
Dampak Buruk Perbuatan Zalim
Perbuatan zalim membawa dampak besar, baik di dunia maupun di akhirat, di antaranya:
- Di dunia: terjadinya kebencian, permusuhan, hilangnya keberkahan rezeki, dan hati yang gelisah.
- Di akhirat: mendapat balasan yang setimpal dari Allah ﷻ berupa siksaan dan kegelapan sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi ﷺ.
Cara Menghindari Perbuatan Zalim
Agar terhindar dari kezaliman, seorang Muslim dianjurkan untuk:
- Menjaga hubungan baik dengan Allah ﷻ dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat.
- Memperlakukan sesama manusia dengan adil dan penuh kasih sayang.
- Segera meminta maaf dan mengembalikan hak jika pernah menzalimi orang lain.
- Memohon ampunan kepada Allah ﷻ dengan memperbanyak istighfar dan taubat.
Penutup
Islam adalah agama keadilan. Oleh karena itu, setiap Muslim harus berhati-hati agar tidak terjerumus dalam perbuatan zalim. Zalim, sekecil apapun, akan berbalik menimpa pelakunya. Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan agar kita menjauhi semua bentuk kezaliman, karena Allah ﷻ Maha Adil dan akan membalas setiap amal sesuai dengan perbuatannya.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu berlaku adil dan dijauhkan dari segala bentuk kezaliman.
