Tinggal di dalam Rumah adalah Ibadah

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering merasa perlu keluar rumah untuk berbagai urusan. Namun, Islam mengajarkan bahwa menjaga diri dari dosa lebih utama daripada mengikuti hawa nafsu untuk keluar tanpa kebutuhan yang jelas. Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu ceramah singkatnya menjelaskan bahwa tinggal di rumah dengan niat menjaga diri dari fitnah, dosa, dan hal-hal yang sia-sia, dapat bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ.

Ringkasan Ceramah Ustadz Khalid Basalamah

Dalam video singkatnya, Ustadz Khalid Basalamah menekankan bahwa keluar rumah tanpa alasan yang syar’i bisa membuka pintu dosa. Seseorang dapat terjerumus pada pandangan yang haram, ghibah, atau bahkan perbuatan sia-sia. Beliau mengingatkan, jika tidak ada kebutuhan mendesak, maka diam di rumah lebih selamat dan bisa bernilai pahala apabila diniatkan untuk ibadah, menjaga diri, dan menghindari maksiat.

Menjaga Diri Adalah Perintah Allah

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)

Ayat ini ditujukan kepada para wanita, namun para ulama menjelaskan bahwa esensinya berlaku umum, yaitu anjuran agar seorang muslim maupun muslimah menjaga diri dengan tidak keluar rumah tanpa keperluan yang penting. Tinggal di rumah dengan niat menjaga kehormatan adalah bentuk ketaatan kepada Allah.

Rumah sebagai Tempat Ibadah

Rumah seorang muslim bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bisa menjadi sumber pahala. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan pentingnya menghidupkan rumah dengan ibadah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan dzikir. Dengan demikian, rumah bisa menjadi benteng keimanan yang menjaga diri dari perbuatan sia-sia di luar.

Menghindari Fitnah Zaman

Di era modern, keluar rumah tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga risiko besar. Banyak godaan yang bertebaran, mulai dari pergaulan bebas, tontonan yang tidak pantas, hingga aktivitas yang membuang waktu. Tinggal di rumah dengan niat ibadah akan membantu seorang muslim terhindar dari fitnah zaman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Beruntunglah orang yang menjauhi fitnah. Beruntunglah orang yang menjauhi fitnah. Beruntunglah orang yang menjauhi fitnah.” (HR. Abu Dawud, Ahmad)

Hadis ini menegaskan bahwa menjauhkan diri dari peluang terjerumus ke dalam dosa adalah bagian dari keberuntungan seorang hamba.

Diam di Rumah, Pahalanya Mengalir

Ketika seseorang memilih tinggal di rumah bukan karena malas, melainkan demi menjaga diri dari dosa, maka ia bisa mendapatkan pahala dari Allah. Bahkan, aktivitas sehari-hari seperti membantu keluarga, mendidik anak, atau sekadar beristirahat dengan niat menjaga kesehatan agar kuat beribadah, semuanya bisa bernilai ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya engkau tidak menafkahkan suatu nafkah, yang engkau niatkan untuk mencari wajah Allah, melainkan engkau akan diberi pahala karenanya, bahkan (nafkah) yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga yang dijalani dengan niat ibadah akan menghasilkan pahala yang besar.

Hikmah dari Tinggal di Rumah

  1. Menjaga Pandangan – terhindar dari melihat hal-hal yang haram.
  2. Menghemat Waktu – lebih fokus pada ibadah dan aktivitas bermanfaat.
  3. Menjaga Kehormatan – tidak terjerumus dalam pergaulan buruk.
  4. Meningkatkan Kedekatan dengan Keluarga – lebih banyak waktu mendidik anak dan membina rumah tangga.
  5. Meningkatkan Kualitas Ibadah – rumah menjadi tempat shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan dzikir.

Penutup

Pesan yang disampaikan Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramah singkat ini mengingatkan kita bahwa tinggal di rumah dengan niat menjaga diri adalah bentuk ibadah yang mulia. Islam bukan melarang manusia keluar rumah, namun menekankan agar setiap langkah seorang muslim selalu memiliki tujuan yang jelas, sesuai syariat, dan tidak membuka pintu dosa.

Dengan niat yang benar, rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga benteng iman, ladang pahala, dan jalan menuju ridha Allah ﷻ.