Sepanjang Berkehidupan, Selalu ada Kesempatan

Dalam kehidupan, setiap manusia pasti mengalami berbagai fase: keberhasilan, kegagalan, kebahagiaan, kesedihan, kemudahan, dan kesulitan. Namun, Islam mengajarkan bahwa selama hayat masih dikandung badan, Allah selalu memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan menjemput ridha-Nya.

Ustadz Adi Hidayat dalam ceramah singkatnya menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, berubah, dan memperbaiki diri, selama seseorang masih diberi napas oleh Allah. Inilah bentuk rahmat Allah yang begitu luas, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadis.


Ringkasan Ceramah: Kesempatan Selama Masih Hidup

Dalam video yang diringkas, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa manusia tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Selama kita masih berkehidupan, peluang untuk memperbaiki diri selalu terbuka. Kesalahan masa lalu, seberat apapun, dapat diampuni oleh Allah jika disertai taubat yang sungguh-sungguh.

Beliau menegaskan bahwa yang menjadi masalah bukanlah dosa yang telah lalu, tetapi apakah kita mau memanfaatkan kesempatan hidup untuk berubah. Setiap detik kehidupan adalah peluang emas untuk mendekat kepada Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menambah bekal akhirat.


Rahmat Allah yang Selalu Terbuka

Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar: 53:

“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”

Ayat ini menunjukkan bahwa pintu ampunan Allah tidak pernah tertutup selama kita hidup dan mau kembali kepada-Nya. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, asalkan disertai taubat nasuha.


Memanfaatkan Waktu Sebelum Terlambat

Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam sebuah hadis riwayat al-Hakim:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.”

Hadis ini mengajarkan kita untuk tidak menunda amal kebaikan. Setiap hari yang kita jalani adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Jangan menunggu tua, sakit, atau dalam kesulitan baru kita ingin mendekat kepada Allah.


Kesempatan dalam Beramal dan Berbuat Baik

Islam memandang setiap momen sebagai peluang untuk beramal:

  1. Kesempatan beribadah – Shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan doa.
  2. Kesempatan berbuat baik kepada sesama – Menolong, bersedekah, dan berempati.
  3. Kesempatan memperbaiki hubungan – Meminta maaf, memaafkan, dan mempererat silaturahmi.
  4. Kesempatan menuntut ilmu – Menambah pemahaman agama dan memperbaiki amal.

Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa terkadang satu amal kecil yang ikhlas dapat menjadi sebab Allah memberi rahmat besar kepada kita.


Jangan Tertipu oleh Penundaan

Salah satu tipu daya setan adalah menanamkan pikiran “nanti saja” dalam beramal. Banyak orang yang berkata akan berubah ketika sudah tua, akan bertaubat nanti, atau akan memperbanyak ibadah setelah pensiun. Padahal, tidak ada yang menjamin umur kita panjang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersegeralah kalian beramal sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang pada pagi hari beriman, pada sore hari kafir…” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa menunda kebaikan bisa membuat kita kehilangan kesempatan selamanya.


Penutup: Selama Hidup, Peluang Masih Ada

Sepanjang kita masih diberi kehidupan, Allah masih memberi kesempatan. Tidak peduli sebesar apa dosa yang telah kita lakukan, pintu rahmat dan ampunan Allah terbuka lebar. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai langkah perubahan.

Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa jangan sia-siakan hidup untuk hal yang tidak bermanfaat. Gunakan sisa waktu untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan menjemput husnul khatimah.