Mulia sebab Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk, cahaya, dan rahmat bagi umat manusia. Barang siapa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, maka Allah akan angkat derajatnya, memuliakannya di dunia dan akhirat. Dalam kajiannya, Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan bahwa kemuliaan seorang hamba tidak terletak pada hartanya, pangkatnya, atau keturunannya, tetapi pada kedekatannya dengan Al-Qur’an.

Al-Qur’an: Sumber Kemuliaan yang Hakiki

Allah ﷻ berfirman:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
(QS. Al-Isra: 9)

Ayat ini menegaskan bahwa petunjuk dan kemuliaan hanya akan didapat jika seseorang benar-benar hidup bersama Al-Qur’an: membacanya, memahaminya, mengamalkannya, dan menyebarkan nilai-nilainya.

Hadis Nabi tentang Kemuliaan Ahli Al-Qur’an

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum karena Al-Qur’an, dan merendahkan yang lain karena meninggalkannya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kedekatan seorang Muslim terhadap Al-Qur’an adalah tolok ukur kemuliaannya di sisi Allah, bukan status sosial atau materi duniawi.

3 Cara Al-Qur’an Memuliakan Hamba

  1. Meninggikan derajat di dunia dan akhirat.
    Orang yang membaca Al-Qur’an secara rutin, merenunginya, dan mengamalkannya akan Allah beri kedudukan mulia, baik di tengah masyarakat maupun di sisi-Nya.
  2. Menjadi syafa’at di hari kiamat.
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
  3. Membentuk pribadi yang mulia dan beradab.
    Al-Qur’an mendidik akhlak dan jiwa seseorang menjadi lebih tenang, sabar, dan adil. Inilah kemuliaan sejati.

Kisah Inspiratif: Mulia karena Al-Qur’an

Dalam potongan video kajian Ustadz Khalid Basalamah yang menjadi materi artikel ini, beliau mengisahkan bagaimana seorang anak yang awalnya biasa saja menjadi pemimpin masyarakat karena ia menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Bahkan para ulama klasik seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal dimuliakan dan dikenang sepanjang zaman karena keilmuannya yang berakar kuat pada pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Ancaman bagi yang Meninggalkan Al-Qur’an

Sebaliknya, mereka yang menjauh dari Al-Qur’an akan mengalami kerugian besar. Allah berfirman:

“Dan Rasul berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan (ditinggalkan).'”
(QS. Al-Furqan: 30)

Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya berarti tidak membaca, tetapi juga tidak mempedulikan perintah dan larangannya, serta tidak menjadikannya pedoman dalam hidup.

Bagaimana Menjadikan Al-Qur’an sebagai Jalan Kemuliaan?

  1. Rutin membaca dan mentadabburi isinya.
    Jangan sekadar mengejar khatam, tapi renungkan kandungannya.
  2. Menghafalkan ayat-ayatnya.
    Walau satu ayat, hafalan adalah bentuk ikatan hati dengan wahyu Allah.
  3. Mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
    Praktikkan kejujuran, kasih sayang, adab, dan semua nilai yang ada dalam Al-Qur’an.
  4. Mengajarkan dan mendakwahkannya.
    Sebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keluarga dan masyarakat.

Penutup: Jadilah Mulia Karena Al-Qur’an

Kemuliaan sejati bukan pada popularitas atau kekayaan, tetapi pada koneksi spiritual dengan kitab suci Allah. Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak pernah redup, dan siapa yang bersamanya akan selalu berada di jalan terang.

Ustadz Khalid menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa siapa yang ingin dimuliakan Allah, maka mulailah mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya teman setia sepanjang hayat.