Merubah Mubah menjadi Sunnah

Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak aktivitas mubah—yang secara syariat dibolehkan dan netral—padahal bisa diubah menjadi amal sunnah yang bernilai. Ustadz Khalid Basalamah menegaskan, rahasia perubahan itu terletak pada niat. Bila kita ubah niat dari “hanya sekadar makan” menjadi “memelihara amanah jasad agar tetap sehat untuk ibadah”, maka aktivitas itu sudah masuk kategori ibadah sunnah. Artikel ini akan mengupas bagaimana men-transformasi mubah menjadi ibadah, berdasarkan nash Al-Qur’an, Hadis, dan juga merangkum inti video pendek dari Ustadz Khalid Basalamah.


1. Landasan Niat dalam Islam

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Innamal a‘mālu bin-niyyāt, wa innamā likulli imri’in mā nawwā…”
(Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya…)

Hadis sahih ini, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, menjadi pondasi bahwa niat adalah penentu amal. Tanpa niat yang lurus karena Allah, maka setiap perbuatan bisa kehilangan nilai ibadahnya.


2. Merubah Niat Agar Mubah Menjadi Sunnah

Contoh sederhana:

  • Makan → niat: “Saya makan untuk menjaga tubuh agar kuat ibadah kepada Allah yang telah menitipkannya.”
  • Tidur → niatkan sebagai “mengistirahatkan tubuh agar esok bisa sholat dan dzikir penuh kekhusyukan.”
  • Bekerja atau belajar → niat: “menuntut ilmu/dapat rezeki halal untuk bisa memberi manfaat dan beribadah.”

Dengan mengubah niat, sekalipun aktivitas fisiknya sama, pahalanya berubah.


3. Ringkasan Video Ustadz Khalid Basalamah

  • Pesan utama: setiap kebiasaan rutin—seperti makan, berjalan, bekerja—jika dibarengi niat yang benar, bisa berubah menjadi amal sunnah.
  • Intinya: memulai dengan niat—“Awali dengan niat”—adalah kunci agar setiap aktivitas menjadi berarti.
  • Lalu, aktivitas biasa pun insyaAllah berpahala seperti ibadah sunnah.

Materi video ini sangat relevan dan kami masukkan sebagai inti artikel mendukung pemahaman praktis agar pembaca bisa langsung mempraktekkannya.


4. Dalil Qur’ani Tentang Niat yang Ikhlas

QS. Al-An‘ām [6]: 162

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalāti, ibādati, mahyāya wa mamātī lillāhi Rabbil ‘ālamīn.’”

Kalimat “mahyaaya wa mamati” mencakup seluruh aspek hidup dan mati—semuanya ditujukan untuk Allah, termasuk aktivitas harian.


5. Hadis Tentang Kebaikan Di Balik Aktivitas

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah…”

Makna: amal kecil seperti ucapan dzikir dalam aktivitas biasa sudah bernilai amal sunnah jika diniatkan karena Allah.


6. Praktik Harian: Merubah Format Niat

Berikut panduan harian agar mubah bisa bernilai:

  • Bangun tidur → niat: “Bangun untuk mendirikan shalat sunnah agar diberi barakah sepanjang hari.”
  • Makan → niat: “Menjaga kesehatan agar bisa bekerja dan beribadah.”
  • Bekerja → niat: “Cari rezeki yang halal untuk keluarga dan infaq di jalan Allah.”
  • Tidur lagi → niat: “Istirahat agar tubuh segar dan amanah ini terjaga.”

Dengan konsistensi niat, aktivitas sehari-hari mendapat dimensi ibadah walau tampak sederhana.


7. Manfaat Merubah Niat

Secara spiritual

  • Membentuk kesadaran diri untuk selalu terhubung dengan Allah.
  • Menghindarkan dari maksiat karena niat diarahkan pada nilai positif.

Secara pribadi

  • Menumbuhkan rasa syukur karena yang makan dipandang sebagai amanah.
  • Menciptakan kedisiplinan dan kesungguhan dalam melaksanakan amal sunnah.

8. Tantangan dan Solusi

  • Tantangan: lupa niat saat melakukan aktivitas rutin.
  • Solusi:
    1. Gunakan reminder atau alarm dengan notifikasi niat.
    2. Tandai aktivitas harian dengan post‑it niat.
    3. Evaluasi setiap malam: sudahkah menyertai niat?

Perbaikan kecil konsisten akan memperteguh kebiasaan ibadah bernilai tinggi.


Kesimpulan

Setiap aktivitas mubah bisa menjadi sunnah jika diniatkan kepada Allah. Menjadikan niat sebagai landasan setiap langkah, hidup kita akan penuh keberkahan. Ustadz Khalid Basalamah menekankan: awali dengan niat agar mubah berubah menjadi amal sunnah. Manfaatnya tidak hanya pada pahala, tapi juga spiritual, mental, dan fisikal.