Dalam ajaran Islam, mencintai dan menghormati Ahlul Bait — keluarga Nabi Muhammad ﷺ — merupakan bagian dari keimanan. Ahlul Bait memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah ﷻ dan Rasul-Nya, sehingga umat Islam diperintahkan untuk menyayangi, menghormati, dan menjunjung tinggi kehormatan mereka.
Dalam video singkatnya, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa mencintai Ahlul Bait bukan hanya perkara emosional, tetapi ibadah dan bukti ketaatan kepada Rasulullah ﷺ. Ahlul Bait adalah mereka yang memiliki hubungan darah dan ikatan nasab dengan Nabi ﷺ, di antaranya: istri-istri beliau, anak-anak, cucu, serta keturunan dari jalur Fatimah dan Ali radhiyallahu ‘anhuma.
Siapa Itu Ahlul Bait?
Menurut para ulama, Ahlul Bait mencakup:
- Istri-istri Nabi ﷺ seperti Khadijah, Aisyah, Hafshah, Ummu Salamah, dan yang lainnya.
- Putri beliau, Fatimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha.
- Menantu sekaligus sepupu beliau, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
- Cucu beliau, Hasan dan Husain radhiyallahu ‘anhuma.
- Keturunan mereka yang menjaga ajaran Islam dan tidak menyimpang dari sunnah.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
(QS. Al-Ahzab: 33)
Ayat ini menunjukkan keutamaan mereka dan bagaimana Allah menjaga kesucian Ahlul Bait. Maka, sebagai umat Muslim, menghormati dan mencintai Ahlul Bait adalah bagian dari adab kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Hadis Tentang Cinta kepada Ahlul Bait
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan tersesat: Kitabullah dan Ahlul Baitku.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan pentingnya kedudukan Ahlul Bait dalam menjaga dan menyambung ajaran Islam yang murni. Mereka adalah penjaga ilmu, keteladanan, dan akhlak luhur.
Namun, Ustadz Khalid juga mengingatkan bahwa mencintai Ahlul Bait tidak boleh berlebihan sampai melampaui batas, sebagaimana dilakukan oleh kelompok yang menjadikan mereka sebagai objek pemujaan atau menyerupakan mereka dengan sifat ketuhanan. Cinta kepada Ahlul Bait harus dalam kerangka tauhid dan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad ﷺ.
Mengikuti Jalan Mereka, Bukan Sekadar Mengagungkan
Cinta sejati kepada Ahlul Bait bukan hanya dengan memuji dan menyanjung, melainkan dengan mengikuti akidah, akhlak, dan ibadah mereka. Ali bin Abi Thalib, Hasan, Husain, dan Fatimah dikenal karena ketakwaan dan keteguhan mereka dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Maka, umat Islam yang benar-benar mencintai mereka harus mengikuti jalan yang sama.
Ustadz Khalid dalam videonya menekankan bahwa Islam tidak mengajarkan kultus individu, meskipun terhadap orang yang mulia seperti Ahlul Bait. Semua bentuk penghormatan harus tetap dalam batas syar’i. Tidak boleh meminta pertolongan kepada Ahlul Bait dalam bentuk doa atau tawassul yang tidak diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Mencintai Tanpa Fanatisme
Ustadz Khalid juga mengingatkan bahwa mencintai Ahlul Bait tidak boleh menyebabkan permusuhan kepada para sahabat atau kaum Muslimin lainnya. Sebagian kelompok menyimpang karena mengklaim cinta Ahlul Bait namun justru mencela para sahabat, padahal mereka semua adalah orang-orang yang dicintai Rasulullah ﷺ.
Allah memuji para sahabat dalam Al-Qur’an:
“Muhammad itu adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…”
(QS. Al-Fath: 29)
Maka, cinta kepada Ahlul Bait harus sejalan dengan cinta kepada sahabat dan seluruh ajaran Islam secara utuh. Tidak boleh menjadikan cinta itu sebagai pembenar untuk menghina yang lain.
Penutup
Mencintai dan menghormati Ahlul Bait adalah perintah syar’i dan bagian dari iman. Mereka adalah keluarga Nabi ﷺ yang memiliki kedudukan tinggi dan teladan yang agung. Namun, cinta itu harus didasarkan pada ilmu, akidah yang lurus, dan amalan yang sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ.
Sebagaimana pesan Ustadz Khalid Basalamah dalam video singkatnya, hormatilah Ahlul Bait tanpa berlebihan, cintailah mereka dengan mengikuti akhlak dan ajaran mereka, bukan dengan sekadar syiar atau slogan.
Semoga kita termasuk umat yang mencintai Rasulullah ﷺ dan keluarganya dengan benar, serta diberi kesempatan untuk hidup dan mati dalam sunnah.
