Kematian itu Pasti Datang Menjumpai

Tak seorang pun di dunia ini bisa menghindar dari kematian. Kematian adalah kepastian, bukan kemungkinan. Ia akan datang, cepat atau lambat, tanpa memandang usia, jabatan, atau kekayaan. Dalam ceramah yang menyentuh hati, Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa kesadaran akan datangnya kematian adalah kunci untuk hidup dengan penuh makna dan taat kepada Allah SWT.

Kematian dalam Pandangan Al-Qur’an

Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…”
(QS. Ali Imran: 185)

Ayat ini adalah peringatan universal. Tak ada makhluk hidup yang kekal. Dunia ini hanyalah tempat singgah sementara, dan akhirat adalah kehidupan yang abadi.

Ustadz Khalid menekankan bahwa kesadaran akan kematian bukan untuk membuat manusia takut secara negatif, tetapi agar menjadi lebih bertakwa dan mempersiapkan diri dengan amal shalih.

Isi Ceramah: Renungan Tentang Kematian

Dalam video ceramahnya, Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya:

  • Kematian tidak pernah salah alamat. Ketika ajal telah tiba, maka tidak bisa dimajukan atau ditunda walau satu detik.
  • Orang yang paling cerdas menurut Nabi ﷺ adalah yang paling sering mengingat kematian dan mempersiapkan bekalnya.
  • Jangan tertipu dengan usia muda, kesehatan, atau kekayaan, karena kematian datang secara tiba-tiba.

Beliau mengajak kaum Muslimin untuk tidak lalai dengan kehidupan dunia yang penuh kesenangan semu, dan segera kembali kepada Allah dengan taubat, amal shaleh, dan memperbanyak ibadah.

Hadis tentang Kematian

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini memberi peringatan bahwa dunia ini penuh godaan, dan hanya dengan sering mengingat kematian, seseorang bisa menjaga dirinya dari sikap lalai dan terlalu cinta dunia.

Kematian: Awal Kehidupan Akhirat

Kematian bukan akhir dari segalanya, tapi permulaan dari kehidupan yang sejati: kehidupan akhirat. Dalam kubur, seseorang akan ditanya tentang:

  • Siapa Tuhannya?
  • Apa agamanya?
  • Siapa nabinya?

Jika ia menjawab dengan benar berdasarkan keyakinan dan amalnya, maka kuburnya akan menjadi taman dari taman-taman surga. Namun sebaliknya, jika gagal menjawab karena kehidupan dunianya jauh dari iman dan ilmu, maka kuburnya akan menjadi lubang dari lubang-lubang neraka.

Tanda-Tanda Kematian yang Harus Diwaspadai

Ustadz Khalid juga menyampaikan bahwa tidak semua tanda kematian itu dalam bentuk sakit keras. Banyak yang wafat dalam keadaan sehat, tertawa, atau bahkan tidur. Maka jangan pernah menunda taubat.

Beliau mencontohkan beberapa kasus nyata, di mana orang-orang yang tampak sehat dan kuat, ternyata meninggal mendadak. Ini membuktikan bahwa ajal adalah rahasia Allah.

Persiapan Menghadapi Kematian

Untuk menghadapi kematian dengan tenang dan husnul khatimah, ada beberapa amalan yang perlu dijaga:

  1. Taubat nasuha setiap hari atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
  2. Shalat lima waktu tepat waktu dan khusyuk.
  3. Membaca dan memahami Al-Qur’an secara rutin.
  4. Bersedekah dan membantu sesama.
  5. Menjaga lisan, mata, dan hati dari maksiat.
  6. Menjaga hubungan baik dengan orang tua, keluarga, dan tetangga.
  7. Selalu berdoa agar diwafatkan dalam keadaan terbaik.

Hikmah Mengingat Kematian

Mengapa Islam sangat menekankan mengingat kematian?

  • Agar hati tidak keras dan sombong.
  • Agar waktu hidup tidak terbuang sia-sia.
  • Agar fokus hidup tertuju pada akhirat, bukan dunia semata.
  • Agar kita senantiasa memperbaiki diri dan tidak menunda amal.

Ustadz Khalid juga menekankan bahwa orang yang sadar akan kematian akan menjadi pribadi yang lebih bijak, sabar, dan tidak mudah terjebak dalam dosa.

Penutup: Jangan Tunda Taubat

Kematian adalah tamu yang pasti datang. Ia tidak peduli siapa yang ia jemput—pemuda atau orang tua, orang kaya atau miskin, yang sakit atau yang sehat. Karena itu, jangan tunggu waktu luang untuk kembali kepada Allah, karena kita tidak pernah tahu siapa yang lebih dulu dijemput maut.

Sebagaimana pesan Ustadz Khalid dalam ceramahnya: “Jangan tunggu hari tua, jangan tunggu pensiun, jangan tunggu besok. Mulailah berubah hari ini. Kematian tidak akan menunggu kamu siap.”