Dalam kehidupan, setiap manusia pasti menghadapi ujian dan permasalahan. Mulai dari masalah ekonomi, keluarga, kesehatan, hingga persoalan batin yang mendalam. Dalam kondisi seperti ini, sebagian orang cenderung mengungkapkan keluh kesahnya kepada sesama manusia. Mereka merasa lega saat menceritakan masalahnya kepada teman atau keluarga. Namun, apakah ini sikap terbaik menurut Islam?
Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramah singkatnya menegaskan, bahwa ketika ditimpa masalah, sebaiknya seorang Muslim langsung kembali kepada Allah, bukan menjadikan manusia sebagai tempat utama mengadu. Curhat kepada manusia boleh saja, tapi tidak boleh menjadi prioritas apalagi menggantikan Allah sebagai tempat bergantung.
Dalam QS. Yusuf: 86, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam berkata:
“Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah…”
Ayat ini menunjukkan bahwa curhat terbaik adalah kepada Allah. Ketika Nabi Ya’qub sangat sedih kehilangan anaknya, beliau tidak banyak bercerita kepada manusia, tetapi langsung mengadu kepada Allah. Inilah bentuk ketauhidan yang tinggi.
Mengadukan masalah kepada manusia sering kali tidak memberikan solusi, justru bisa membuka aib, menimbulkan kesalahpahaman, dan membuat hati semakin tidak tenang. Namun ketika kita curhat kepada Allah, kita berbicara kepada Dzat Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Maha Memberi Solusi.
Curhat yang Salah: Mengeluh Tanpa Iman
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, jika seseorang terlalu sering mencurahkan isi hatinya kepada manusia tanpa diiringi dengan doa dan pengharapan kepada Allah, maka ini bisa menjadi bentuk kelalaian dalam iman. Allah mencintai hamba yang bersabar dan berserah diri kepada-Nya, bukan yang berkeluh kesah terus-menerus kepada makhluk.
Allah berfirman:
“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Ma’idah: 23)
Jadi, saat datang musibah atau masalah, langkah pertama seharusnya adalah sujud kepada Allah, bukan membuka aplikasi chat atau media sosial untuk curhat ke manusia.
Dzikir dan Doa: Solusi Utama Menghadapi Masalah
Salah satu bentuk curhat terbaik kepada Allah adalah dengan berdzikir dan berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada yang paling mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR. Tirmidzi)
Doa adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Dalam doa, kita bisa mencurahkan isi hati, meminta pertolongan, serta menyerahkan segala keputusan kepada Allah.
Selain itu, memperbanyak dzikir dapat membuat hati menjadi tenang, sebagaimana dalam QS. Ar-Ra’d: 28:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
Bahaya Terlalu Bergantung pada Manusia
Ketika terlalu sering bergantung pada manusia, kita bisa terjerumus pada kekecewaan, iri hati, bahkan dosa ghibah atau mengumbar aib. Ini karena tidak semua orang bisa menjaga rahasia atau benar-benar peduli terhadap permasalahan kita.
Ustadz Khalid mengingatkan bahwa ketergantungan kepada makhluk adalah bentuk pelemahan diri, sedangkan bergantung kepada Allah adalah bentuk penguatan iman. Allah-lah yang membuka jalan keluar dari setiap kesulitan, sebagaimana dijanjikan dalam QS. Ath-Thalaq: 2-3:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Curhat Seperlunya, Sampaikan dengan Adab
Dalam kondisi tertentu, curhat kepada manusia dibolehkan, misalnya untuk meminta nasihat dari orang berilmu, meminta bantuan yang syar’i, atau melaporkan kezaliman kepada pihak yang berwenang. Namun tetap harus dengan adab, tidak berlebihan, dan tidak menjadikan manusia sebagai sandaran utama.
Rasulullah ﷺ pernah memberikan nasihat kepada Mu’adz bin Jabal:
“Wahai Mu’adz, aku sungguh mencintaimu karena Allah. Jangan kau lupakan untuk mengucapkan di setiap akhir shalat: Ya Allah, bantu aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud)
Artinya, fokus utama dalam menghadapi masalah adalah memperbaiki hubungan dengan Allah, bukan hanya mencari pelarian melalui manusia.
Penutup: Kembalilah kepada Allah
Setiap manusia pasti akan diuji. Kunci dari ketenangan dan solusi adalah dengan kembali kepada Allah. Saat kita memutuskan untuk menjadikan Allah sebagai tempat utama mengadu, maka hidup kita akan dipenuhi dengan kekuatan, ketenangan, dan kebahagiaan sejati.
Sebaliknya, ketika terlalu bergantung kepada manusia, kita akan lebih mudah rapuh, kecewa, dan kehilangan arah. Oleh karena itu, jadikanlah Allah sebagai tempat curhat utama, karena Dia-lah sebaik-baiknya penolong dan pemberi jalan keluar.