Tidur merupakan kebutuhan setiap manusia agar tubuh kembali segar dan siap beraktivitas. Namun, Islam tidak hanya mengajarkan pentingnya tidur, tetapi juga memberikan adab serta tata cara tidur yang benar. Salah satu yang sangat ditekankan adalah larangan tidur dengan posisi tengkurap. Dalam sebuah video singkat, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa tidur tengkurap bukan hanya tidak baik bagi kesehatan, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Rasulullah ﷺ.
Larangan Tidur Tengkurap dalam Islam
Rasulullah ﷺ secara jelas menegur orang yang tidur dengan posisi tengkurap. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
“Rasulullah ﷺ melihat seorang lelaki tidur tengkurap, maka beliau bersabda: ‘Sesungguhnya posisi tidur seperti itu dimurkai Allah.’” (HR. Ahmad).
Dalam riwayat lain dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya itu adalah cara tidurnya penghuni neraka.” (HR. Ibnu Majah).
Dari hadits ini, jelas bahwa posisi tidur tengkurap tidak hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut peringatan agama.
Hikmah Larangan Tidur Tengkurap
Ustadz Khalid Basalamah dalam ringkasan videonya menjelaskan bahwa tidur tengkurap termasuk kebiasaan yang tidak disukai Allah ﷻ. Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa posisi tidur ini menyerupai cara tidur penghuni neraka. Dengan kata lain, seorang muslim dianjurkan untuk menjauhi kebiasaan ini agar tidak menyalahi sunnah Nabi ﷺ.
Selain itu, para ahli kesehatan modern juga menemukan bahwa tidur tengkurap dapat menekan organ vital, mengganggu pernapasan, dan memicu masalah tulang belakang. Hal ini menunjukkan bahwa larangan Rasulullah ﷺ memiliki hikmah yang besar, tidak hanya untuk menjaga ketaatan, tetapi juga kesehatan jasmani.
Adab Tidur dalam Islam
Islam memberikan tuntunan adab tidur yang sebaiknya diamalkan setiap muslim. Beberapa di antaranya adalah:
- Berwudhu sebelum tidur
Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim). - Tidur di sisi kanan
Nabi ﷺ bersabda: “Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu, maka berbaringlah di sisi kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). - Membaca doa dan dzikir sebelum tidur
Dianjurkan membaca ayat kursi, surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan doa sebelum tidur. - Tidak tidur setelah shalat Subuh dan sebelum Isya
Para ulama menjelaskan bahwa waktu tersebut bukanlah waktu tidur yang baik, bahkan bisa mengurangi keberkahan.
Dengan mengamalkan adab-adab ini, seorang muslim tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah ﷻ.
Mengapa Kita Harus Menjauhi Tidur Tengkurap?
Tidur adalah aktivitas sehari-hari yang bisa menjadi ibadah jika sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ. Namun, jika dilakukan dengan cara yang salah, bisa menjadi sesuatu yang dimurkai Allah ﷻ. Tidur tengkurap termasuk hal yang harus dihindari karena:
- Rasulullah ﷺ menegurnya dengan tegas.
- Posisi tersebut menyerupai cara tidur penghuni neraka.
- Menimbulkan mudarat bagi kesehatan fisik.
Seorang muslim sebaiknya berhati-hati dengan hal-hal kecil yang sering dianggap sepele. Karena bisa jadi, perkara kecil itu mendatangkan murka Allah ﷻ di akhirat.
Penutup
Islam adalah agama yang sempurna, bahkan urusan tidur pun tidak luput dari perhatian. Rasulullah ﷺ telah memberikan tuntunan jelas bahwa tidur tengkurap adalah posisi yang dibenci Allah ﷻ. Dengan menghindarinya, kita tidak hanya menjaga ketaatan pada sunnah, tetapi juga melindungi kesehatan diri.
Sebagai muslim, hendaknya kita selalu berusaha menyesuaikan setiap aktivitas dengan tuntunan Nabi ﷺ, termasuk dalam urusan tidur. Karena setiap amal kecil yang kita lakukan bisa bernilai pahala besar jika diniatkan untuk ibadah.
