Menghargai setiap individu adalah refleksi dari keimanan yang tinggi. Sayangnya, masih banyak orang, tak sadar, yang suka meremehkan orang lain — baik dari status ekonomi, penampilan, kemampuan, ataupun latar belakang agama dan suku. Ustadz Khalid Basalamah memberikan peringatan tegas: jangan remehkan orang lain, karena sikap ini bisa berdampak buruk dunia dan akhirat. Berikut penjelasannya lengkap sesuai Al‑Qur’an, Hadis, serta rangkuman dari video beliau.
1. Larangan Merendahkan dalam Al‑Qur’an dan Hadis
Al‑Qur’an dan Hadis sangat tegas melarang sikap meremehkan orang lain:
- Allah SWT mengingatkan agar kita tidak membanding-banding atau berbicara kasar tentang sesama manusia karena hanya Dia yang tahu kadar iman dan kebaikan hati seseorang.
- Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak halal bagi seorang Muslim untuk menyakiti saudara Muslimnya: lisan, hati, dan kehormatannya.”
Kata-kata merendahkan termasuk kekerasan verbal yang dikategorikan dosa besar.
2. Dampak Negatif Meremehkan Orang
Merusak Iman dan Hati
Sikap meremehkan menunjukkan kesombongan hati, yang bertolak belakang dengan sikap tawadhu dan qana’ah (merasa cukup) dalam Islam.
Menyebabkan Perselisihan Sosial
Meremehkan orang lain bisa memicu permusuhan, kebencian, dan perpecahan sosial.
Menjerumuskan Pelakunya ke Siksa
Allah memperingatkan bahwa orang yang merendahkan sesama bisa terjerumus pada sikap yang menyakiti hati dan dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak cipta-Nya.
3. Ringkasan Video “Jangan Remehkan Orang Lain”
Dalam video pendek, Ustadz Khalid Basalamah menegaskan beberapa poin penting:
- Orang remeh mungkin lebih mulia di sisi Allah. Kita tak pernah tahu kadar iman dan amal mereka.
- Meremehkan membuka pintu ujian dan dosa. Sikap ini bisa mendatangkan balasan yang berat di akhirat.
- Jaga lisan dan mata. Jika hati diberi ringan, maka lisan pun tidak akan menyakiti. Jika hati berat, mata bisa menyalahkan, dan lisan berkata kasar.
Dengan menahan diri dari meremehkan orang lain, kita menjaga kehormatan iman dan persaudaraan sosial.
4. Langkah Praktis Menghindari Sikap Meremehkan
Latih Kesadaran Diri
Mulailah dengan refleksi harian: “Apakah aku berlaku sombong hari ini?”
Pahami Prinsip Tawadhu
Allah menyukai hamba yang rendah hati. Hanya Dia yang mengetahui kadar amal kita dan orang lain.
Gunakan Lisan untuk Membangun
Alihkan fokus dari merendahkan kepada memberi motivasi, dukungan, pujian atas kebaikan sesama.
Bersahabat dengan Orang Shalih
Lingkungan saleh akan mengingatkan kita agar tidak meremehkan atau menyakiti orang lain.
Berdzikir dan Minta Lindungan
Bacalah doa: “Ya Allah, lindungilah hati kami dari sikap sombong dan meremehkan sesama.”
5. Manfaat Menghindari Merendahkan
- Hati tetap tenteram tanpa beban dosa sosial
- Hubungan antar sesama menjadi harmonis
- Keimanan menjadi lebih kokoh, karena sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya
- Berpeluang meraih kasih sayang dan redha dari Allah karena menjauhi perbuatan yang dibenci-Nya
6. Kesimpulan
Meremehkan orang lain adalah bentuk kesombongan yang merugikan dunia dan akhirat. Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa kita tidak pernah tahu siapa yang lebih disayangi Allah—mungkin yang kita remehkan justru ahli ibadah atau penyabar luar biasa. Oleh karena itu:
- Hindari membandingkan diri dengan orang lain.
- Latih hati agar tetap rendah dan penuh toleransi.
- Gunakan lisan untuk membangun, bukan merusak.
Dengan sikap ini, kita memperkuat persaudaraan islamiyah dan menjaga kehormatan umat.
