1. Mengapa Perasaan Itu Perlu Kendali?
Marah dan putus asa adalah dua emosi yang sangat manusiawi, tapi jika dibiarkan bisa merusak diri dan hubungan dengan Allah maupun sesama. Islam bukan melarang manusia memiliki emosi, tetapi mengajarkan cara menanganinya agar tetap dalam koridor syariat dan iman.
Allah SWT berfirman:
“Dan orang-orang yang sabar dalam kesusahan, mengingat hari ketika (manusia) berdiri menghadap Tuhan mereka.” (QS. Al-Baqarah: 45)
Sedangkan Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menahan kemarahannya saat mampu melampiaskannya, maka Allah akan menyelamatkannya pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud)
Ini menunjukkan bahwa manusia yang menahan amarah mendapatkan ganjaran luar biasa.
2. Menyikapi Marah: Ikuti Sunnah Rasul
Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan dalam ceramahnya bahwa kita harus meniru cara Rasul ﷺ mengendalikan emosi:
- Menahan diri dan tidak langsung bereaksi saat marah.
- Mengubah posisi tubuh, misalnya dari berdiri menjadi duduk atau berbaring.
- Berwudhu: karena air menenangkan hati.
- Menjauhi keadaan yang memicu marah dan berdoa kepada Allah agar hati tetap tenang.
3. Jangan Putus Asa — Allah Senantiasa Menyayangi
Seringkali masalah hidup menjerumuskan kita dalam keputusasaan. Dalam video ceramahnya, Ustadz Khalid mengingatkan bahwa putus asa adalah tikaman setan terbesar yang memisahkan kita dari rahmat Allah.
Allah berfirman:
“Katakanlah: ‘Hai hamba‑hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah…’” (QS. Az-Zumar: 53)
Dan dalam QS. Ar-Rum ayat 6 disebutkan bahwa setiap kesukaran ada kelapangan yang menyertainya.
4. Praktik Spiritual untuk Lawan Emosi Negatif
Berikut beberapa metode praktis yang Ustadz Khalid jabarkan dalam ceramah:
- Dzikir dan istighfar — menyucikan hati, menghilangkan keresahan.
- Shalat sunnah seperti taubat, hajat atau dhuha — sebagai sarana menenangkan jiwa.
- Baca dan renungkan ayat-ayat tentang sabar dan tawakal.
- Ikhtiar personal — bergerak aktif untuk keluar dari masalah, tapi tetap berserah kepada Allah.
5. Kunci Sukses: Kombinasi Iman dan Tindakan
Islam mengajarkan: usaha dan doa harus berjalan bersamaan. Putus asa berarti menolak bertawakal, padahal tawakal adalah konsep inti dalam iman. Begitu pula, marah tanpa kendali adalah tanda lemahnya iman.
Ustadz Khalid menyimpulkan bahwa tugas seorang mukmin adalah:
“Saat ujian datang: bersabar, bertawakal, lalu bertindak — tanpa putus asa atau marah.”
Kesimpulan
- Marah harus kendalikan dengan akhlak dan adab seperti Rasul ﷺ.
- Putus asa adalah bentuk kekalahan iman yang bisa dihindari dengan dzikir, doa, dan kesadaran bahwa Allah selalu menyayangi hamba-Nya.
- Keseimbangan antara emosi, spiritualitas, dan ikhtiar adalah jalan hidup yang diberkahi.
Akhlak ini akan membentuk pribadi yang:
- Tenang dan kuat dalam menghadapi ujian.
- Selalu optimistis, tanpa menjadi ceroboh.
- Disukai oleh Allah dan manusia.
