Sering kali manusia merasa putus asa saat menghadapi kesulitan. Tantangan hidup seperti kemiskinan, penyakit, pengkhianatan, dan kegagalan, sering kali membuat seseorang berfikir, “Ini tidak mungkin terjadi,” atau “Aku tidak akan bisa keluar dari masalah ini.” Padahal, Islam mengajarkan kita untuk tidak pernah berfikir bahwa sesuatu itu mustahil, apalagi jika kita bertawakkal penuh kepada Allah SWT.
Dalam ceramah berjudul “Jangan Berfikir Tidak Mungkin”, Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan umat Islam untuk selalu bersangka baik kepada Allah dan tidak membatasi kekuasaan-Nya dengan pikiran-pikiran manusia yang lemah. Pikiran pesimis bukanlah sifat seorang mukmin sejati.
Jangan Batasi Kemampuan Allah dengan Logika Manusia
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.”
(QS. Yasin: 82)
Dalam ayat ini, jelas bahwa Allah tidak butuh proses panjang untuk mewujudkan sesuatu. Jika Dia berkehendak, maka langsung terjadi. Maka dari itu, berpikir “tidak mungkin” berarti meragukan kekuasaan-Nya.
Ustadz Khalid menekankan bahwa salah satu bentuk dosa besar adalah su’uzhan kepada Allah, yakni berburuk sangka, merasa bahwa Allah tidak mampu menolong kita atau meremehkan kemampuan-Nya.
Contoh Nyata dari Al-Qur’an: Nabi Ibrahim AS
Salah satu contoh nyata dalam Al-Qur’an adalah kisah Nabi Ibrahim AS, yang dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrud. Secara logika, manusia tidak mungkin selamat dari api yang sangat panas. Tapi Allah berfirman:
“Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiya: 69)
Api yang biasanya membakar, atas kehendak Allah justru menjadi dingin dan penyelamat. Ini bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Jangan Terjebak dalam Pesimisme dan Keraguan
Ustadz Khalid menyampaikan, musuh utama keberhasilan adalah pikiran pesimis. Ketika kita berkata, “Tidak mungkin saya sembuh,” atau “Mustahil saya keluar dari utang ini,” maka sebenarnya kita sedang membatasi pertolongan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika kita berprasangka baik, bahwa Allah akan membantu dan memudahkan, maka Allah akan mewujudkannya. Namun jika kita berprasangka buruk, maka kita akan mendapatkan sebagaimana prasangka tersebut.
Kekuatan Doa dan Keyakinan
Dalam video ceramahnya, Ustadz Khalid menjelaskan bahwa orang yang yakin kepada pertolongan Allah akan terus berdoa dan tidak pernah menyerah. Ia percaya bahwa Allah memiliki jalan keluar dari setiap kesulitan.
Allah berfirman:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2-3)
Orang yang bertakwa dan tidak ragu terhadap pertolongan Allah akan dibukakan jalan, bahkan dari arah yang tidak ia pikirkan.
Ubah Kata “Tidak Mungkin” Menjadi “Insya Allah Bisa”
Ustadz Khalid mengajak kita mengganti pola pikir dari negatif ke positif. Daripada berkata “tidak mungkin,” katakanlah “Insya Allah, dengan izin Allah pasti bisa.”
Hal ini bukan hanya membangun optimisme, tapi juga menyambungkan harapan kita kepada Zat yang Maha Mampu atas segala sesuatu.
Hikmah dari Ujian: Jalan Menuju Keajaiban
Terkadang, Allah membuat kita masuk ke dalam masalah yang tampak “tidak mungkin diselesaikan” hanya untuk menunjukkan kekuasaan-Nya. Sehingga saat solusi datang, kita akan mengatakan, “Ini pasti pertolongan Allah.”
Contohnya adalah kisah Nabi Musa AS, yang terdesak di tepi laut dan dikejar oleh pasukan Fir’aun. Secara manusiawi, mustahil selamat. Tapi Allah perintahkan Musa untuk memukulkan tongkat, dan laut pun terbelah.
“Lalu Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah laut itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu…”
(QS. Asy-Syu’ara: 63)
Kesimpulan: Jangan Pernah Berkata Tidak Mungkin
Seorang Muslim harus punya mentalitas positif, optimis, dan penuh tawakal. Jangan pernah berkata “tidak mungkin” terhadap sesuatu yang bisa terjadi atas izin Allah. Ustadz Khalid mengingatkan bahwa selama kita beriman, berdoa, dan berusaha, maka tidak ada yang mustahil.
Biarkan Allah yang menentukan hasilnya. Tugas kita hanya berikhtiar dan tidak membatasi kuasa-Nya dengan logika sempit kita.
