Salah satu karakteristik utama agama Islam adalah keadilannya. Keadilan dalam Islam bukan hanya ditujukan untuk sesama Muslim, tetapi juga untuk seluruh umat manusia, bahkan terhadap makhluk hidup lainnya. Islam datang membawa keadilan sebagai prinsip utama kehidupan, sebagaimana ditegaskan oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam kajian singkatnya, bahwa keadilan adalah bagian dari misi utama risalah Nabi Muhammad ﷺ.
Keadilan dalam Al-Qur’an: Prinsip yang Tidak Boleh Ditawar
Allah SWT secara tegas memerintahkan umat Islam untuk bersikap adil dalam segala aspek kehidupan. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…”
(QS. An-Nahl: 90)
Ayat ini menjadi salah satu fondasi utama dalam sistem sosial Islam. Islam tidak mengenal keadilan yang berat sebelah. Keadilan dalam Islam berlaku terhadap keluarga, teman, musuh, bahkan terhadap orang yang berbeda keyakinan.
Allah juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)
Ayat ini menunjukkan bahwa keadilan tidak boleh dipengaruhi oleh emosi, kepentingan pribadi, atau permusuhan. Justru keadilan adalah salah satu bentuk takwa kepada Allah.
Rasulullah ﷺ sebagai Teladan Keadilan
Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling adil. Beliau tidak memihak bahkan kepada keluarganya sendiri dalam urusan hukum. Diriwayatkan bahwa ketika seorang wanita dari kalangan bangsawan mencuri dan para sahabat mengusulkan untuk meringankan hukumannya, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah, apabila orang yang mulia mencuri, mereka biarkan. Tapi jika orang yang lemah mencuri, mereka tegakkan hukuman atasnya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Inilah puncak keadilan. Tidak ada perlakuan istimewa hanya karena hubungan darah atau status sosial.
Keadilan Membawa Kedamaian dan Keberkahan
Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramah singkatnya menegaskan bahwa Islam datang bukan untuk menindas, tapi untuk menegakkan keadilan yang merata. Ketika keadilan ditegakkan, akan lahirlah kedamaian, persatuan, dan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Islam melarang segala bentuk kezaliman, bahkan terhadap binatang dan alam. Rasulullah ﷺ pernah menegur seseorang karena membebani hewan tunggangannya secara berlebihan. Bahkan, wanita yang menahan makanan untuk seekor kucing hingga mati pun dikabarkan masuk neraka. Ini adalah bentuk keadilan Islam yang sangat luas cakupannya.
Keadilan dalam Hukum dan Kepemimpinan
Dalam Islam, pemimpin wajib bersikap adil kepada rakyatnya. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Sesungguhnya orang-orang yang adil akan berada di atas mimbar dari cahaya di sisi Allah pada hari kiamat. Mereka adalah orang-orang yang adil dalam hukum mereka, terhadap keluarga mereka, dan terhadap orang-orang yang berada di bawah kekuasaan mereka.”
(HR. Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa keadilan adalah tanggung jawab besar bagi siapa pun yang memegang kekuasaan, baik dalam skala kecil maupun besar.
Keadilan dalam Keluarga
Islam juga mengatur agar seseorang berlaku adil dalam keluarga, terutama bagi yang memiliki lebih dari satu istri. Dalam QS. An-Nisa: 3, Allah mengingatkan bahwa jika tidak mampu berlaku adil, maka lebih baik menikah dengan satu istri saja. Ini menunjukkan bahwa keadilan menjadi syarat utama dalam menjalankan rumah tangga.
Islam Membawa Keadilan Universal
Islam bukan agama yang eksklusif, tetapi universal. Islam tidak hanya memerintahkan keadilan di antara umat Islam saja, tetapi juga terhadap non-Muslim, selama mereka tidak memerangi atau menindas. Prinsip inilah yang menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Dalam QS. Al-Anbiya: 107, Allah menyatakan:
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
Rahmat berarti membawa kebaikan, salah satunya dalam bentuk keadilan yang menyeluruh.
Penutup
Keadilan adalah nilai agung yang dibawa oleh Islam ke tengah umat manusia. Ia menjadi dasar bagi hukum, hubungan sosial, keluarga, hingga kepemimpinan. Rasulullah ﷺ mencontohkan sikap adil secara paripurna, bahkan terhadap musuh sekalipun.
Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita menjadikan prinsip keadilan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan menegakkan keadilan, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjaga kedamaian dan keberkahan hidup di dunia.
