Inti Bacaan Do’a Iftitah

Doa Iftitah merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan dalam shalat. Doa ini dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca surat Al-Fatihah. Banyak di antara kita yang sering bertanya: apa sebenarnya inti bacaan Doa Iftitah, bagaimana maknanya, serta apa faedahnya dalam kehidupan seorang muslim? Dalam kajian singkatnya, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa Doa Iftitah adalah bentuk pengakuan hamba kepada Allah, penyucian diri dari kesyirikan, dan penegasan tauhid sebelum berdialog langsung dengan Allah melalui Al-Fatihah.

Artikel ini akan membahas secara lengkap inti bacaan Doa Iftitah, makna mendalam di baliknya, penjelasan menurut Al-Qur’an dan Hadis, serta ringkasan nasihat dari kajian Ustadz Adi Hidayat agar kita dapat menghadirkan kekhusyukan dalam shalat.


Makna Doa Iftitah dalam Shalat

Doa Iftitah disebut juga dengan doa pembuka, karena menjadi pintu masuk dalam komunikasi seorang hamba dengan Rabb-nya. Dalam salah satu lafaz yang populer, doa ini berbunyi:

“Allahu akbar kabīran walhamdu lillāhi katsīran wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā.”

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebenar-benarnya kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya pujian, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.”

Dari doa ini kita belajar bahwa inti dari bacaan Doa Iftitah adalah pengagungan kepada Allah (takbir), pujian kepada Allah (hamd), serta pensucian Allah dari segala kekurangan (tasbih). Dengan membaca doa ini, seorang muslim menyadari bahwa shalat bukan sekadar gerakan tubuh, melainkan ibadah penuh makna yang menghadirkan hati dan pikiran kepada Allah.


Landasan Doa Iftitah dalam Al-Qur’an dan Hadis

Walaupun bacaan Doa Iftitah tidak tertulis langsung dalam Al-Qur’an, maknanya sejalan dengan ayat-ayat tauhid. Allah berfirman:

“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud.”
(QS. Al-Hijr: 98)

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ juga bersabda tentang bacaan Doa Iftitah:

“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ apabila memulai shalat, beliau bertakbir lalu membaca: ‘Subhānaka Allāhumma wa bihamdika, wa tabārakasmuka, wa ta’āla jadduka, wa lā ilāha ghairuk.’

Hadis ini menunjukkan bahwa Doa Iftitah memiliki beberapa lafaz yang diajarkan Nabi ﷺ, dan semuanya sah untuk diamalkan.


Inti Doa Iftitah Menurut Ustadz Adi Hidayat

Dalam video kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Doa Iftitah mengandung tiga inti utama:

  1. Tauhid (Pengakuan Allah sebagai satu-satunya Tuhan)
    Doa Iftitah mengingatkan kita bahwa tidak ada yang pantas disembah selain Allah. Shalat dimulai dengan kalimat pengagungan agar hati tidak lalai.
  2. Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)
    Dengan tasbih dan tahmid, seorang muslim membersihkan hatinya dari kesombongan dan merasa dirinya hanyalah hamba yang lemah.
  3. Persiapan untuk Khusyuk
    Doa Iftitah menjadi gerbang yang mengantarkan seorang muslim agar khusyuk membaca Al-Fatihah, karena setelah pengagungan, kita langsung berdoa meminta petunjuk kepada Allah.

Menurut beliau, siapa pun yang membaca Doa Iftitah dengan penuh penghayatan, shalatnya akan terasa berbeda karena hati benar-benar tersambung dengan Allah.


Hikmah Membaca Doa Iftitah

Beberapa hikmah penting yang bisa dipetik dari bacaan Doa Iftitah adalah:

  1. Meningkatkan kekhusyukan dalam shalat karena hati sudah dipenuhi dengan pujian kepada Allah.
  2. Menyucikan diri dari kesyirikan dengan menegaskan hanya Allah yang berhak dipuji dan diagungkan.
  3. Melatih kerendahan hati karena seorang hamba sadar bahwa segala sesuatu berasal dari Allah.
  4. Menjadi pengingat akan tujuan shalat, yaitu menghubungkan diri dengan Allah, bukan sekadar rutinitas harian.

Doa Iftitah dalam Kehidupan Sehari-hari

Doa Iftitah bukan hanya bacaan pembuka shalat, tetapi juga pelajaran hidup. Seorang muslim seharusnya senantiasa memulai aktivitas dengan mengingat Allah, memuji-Nya, dan mensucikan-Nya. Dengan begitu, setiap langkah hidup akan selalu diarahkan untuk mencari ridha Allah.

Misalnya, ketika seseorang hendak memulai pekerjaan, ia bisa mengingat makna Doa Iftitah: mengagungkan Allah, bersyukur, dan mensucikan-Nya. Hal ini akan melahirkan sikap ikhlas dalam bekerja dan menjauhkan dari perbuatan tercela seperti riya atau mencari pujian manusia.


Kesimpulan

Doa Iftitah adalah doa pembuka shalat yang memiliki inti makna berupa pengagungan Allah, pujian kepada-Nya, dan pensucian diri dari segala kesyirikan. Bacaan ini, sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat, bukan hanya sekadar lafaz, tetapi juga sarana untuk menata hati agar lebih khusyuk dalam shalat.

Seorang muslim yang memahami dan menghayati Doa Iftitah akan mendapatkan banyak manfaat, baik dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, marilah kita menghidupkan sunnah membaca Doa Iftitah dengan penuh penghayatan, agar shalat kita semakin berkualitas dan diterima oleh Allah ﷻ.