Hisablah Diri Kalian, Sebelum Kalian di Hisab

Setiap Muslim pasti akan menghadapi hari di mana seluruh amalnya akan diperhitungkan di hadapan Allah ﷻ. Hari tersebut disebut Yaumul Hisab, hari perhitungan, yang Allah janjikan dalam Al-Qur’an dan ditegaskan dalam berbagai hadis Nabi ﷺ. Maka, introspeksi dan muhasabah diri menjadi amalan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya menekankan pesan emas dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu:

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal itu ditimbang.”

Ini bukan sekadar nasihat, melainkan strategi kehidupan agar kita tidak menyesal di akhirat.

Muhasabah dalam Al-Qur’an dan Hadis

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok…”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap Muslim wajib melakukan evaluasi terhadap dirinya setiap hari, agar bisa memperbaiki kesalahan dan meningkatkan amal kebaikan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati…”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi bukti bahwa muhasabah adalah ciri orang yang berakal dan bijak dalam menjalani hidup.

Mengapa Muhasabah Itu Penting?

  1. Menyadarkan diri dari kelalaian.
    Dunia sering membuat kita lalai. Dengan muhasabah, hati akan terjaga dan tidak keras.
  2. Menjaga konsistensi amal.
    Seorang Muslim yang terus menghisab dirinya tidak akan puas hanya dengan ibadah seadanya, tapi akan terus memperbaiki dan menambah amal baiknya.
  3. Mencegah dosa besar.
    Ketika kita mengevaluasi diri secara rutin, maka potensi untuk berbuat dosa besar bisa ditekan karena ada kesadaran dan rasa takut kepada Allah.
  4. Bekal menghadapi hari perhitungan.
    Barangsiapa rajin menghisab dirinya di dunia, niscaya perhitungannya di akhirat akan lebih ringan.

Waktu Terbaik untuk Muhasabah

Ustadz Khalid menyampaikan bahwa waktu terbaik untuk muhasabah adalah saat sepi, seperti setelah shalat malam atau sebelum tidur. Ketika hati tenang dan jauh dari keramaian, kita bisa mengingat dosa, kesalahan, dan kesempatan berbuat baik yang telah terlewatkan.

Muhasabah juga baik dilakukan setiap akhir pekan, akhir bulan, bahkan akhir tahun — sebagai bentuk perenungan mendalam terhadap perjalanan hidup kita. Hal ini akan membuat kita lebih sadar terhadap waktu yang telah berlalu dan lebih bersiap menyambut waktu yang akan datang.

Cara Muhasabah yang Efektif

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:

  1. Tanyakan kepada diri sendiri:
    • Apakah saya sudah melaksanakan shalat tepat waktu?
    • Apakah saya sudah menjaga lisan dan hati hari ini?
    • Apakah saya telah menunaikan hak orang lain?
  2. Catat dosa dan kesalahan.
    Tidak harus ditulis semua, tapi cukup untuk menjadi pengingat agar tidak mengulang kesalahan.
  3. Segera bertobat jika ada kesalahan.
    Jangan menunda-nunda tobat. Allah membuka pintu taubat setiap saat selama ruh belum di tenggorokan.
  4. Tingkatkan amal baik.
    Jika hari ini sudah baik, pastikan besok lebih baik. Jika hari ini kurang, maka besok harus diperbaiki.

Hisab Allah Itu Teliti

Allah ﷻ Maha Teliti dalam hisab-Nya. Tidak ada satu pun amal yang akan luput, bahkan:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihatnya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihatnya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Karenanya, hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah di akhirat, karena hisab di akhirat adalah perhitungan yang tidak bisa diganggu gugat.

Penutup: Menang Sebelum Hari Hisab

Seorang mukmin sejati adalah yang menang di dunia dengan amal baik, dan menang di akhirat dengan rahmat Allah. Namun, kemenangan itu tidak datang tiba-tiba. Ia datang karena ada proses introspeksi, perbaikan, dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah.

Mari kita mulai dari hari ini, muhasabah setiap malam sebelum tidur, tanyakan pada diri kita: sudahkah kita lebih dekat kepada Allah hari ini? Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin?

Jika jawabannya belum, maka jangan tunggu hari esok. Hisablah diri kita, sebelum kita benar-benar dihisab oleh Rabb yang Maha Adil.