Menjenguk orang sakit adalah salah satu amal kebaikan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Aktivitas ini tidak hanya membawa manfaat sosial, tetapi juga mengandung banyak keutamaan spiritual. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa menjenguk orang sakit termasuk hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Dalam kesempatan dakwahnya, Ustadz Khalid Basalamah juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan dengan menunaikan kewajiban ini.
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dalam Islam
Menjenguk orang sakit bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga ibadah yang mendatangkan pahala besar. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang muslim memiliki enam hak atas muslim lainnya… Jika dia sakit, maka engkau menjenguknya.”
Artinya, menjenguk orang sakit adalah bagian dari adab yang memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan hadir di sisi saudara kita yang sedang diuji kesehatan, kita bukan hanya memberi dukungan moral, tetapi juga melaksanakan salah satu kewajiban sosial yang ditekankan dalam syariat.
Allah ﷻ juga menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang beriman diperintahkan untuk saling menolong dalam kebaikan:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Maidah: 2)
Menjenguk orang sakit jelas termasuk bentuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Hikmah Spiritual di Balik Menjenguk Orang Sakit
Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu tausiyahnya menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit memberikan pengingat kepada kita tentang kelemahan manusia. Saat melihat saudara kita terbaring sakit, kita disadarkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang sering kali terlupakan. Hal ini membuat seorang mukmin lebih bersyukur dan terdorong untuk menjaga kesehatan dengan baik.
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat At-Tirmidzi:
“Barang siapa menjenguk orang sakit, maka malaikat menyeru dari langit: ‘Semoga engkau beruntung, langkahmu diberkahi, dan engkau menempati tempat di surga.’”
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap langkah menuju rumah orang sakit adalah pahala yang berlipat. Bahkan, kehadiran kita bisa membawa keberkahan baik bagi yang sakit maupun bagi diri kita sendiri.
Ringkasan Tausiyah Ustadz Khalid Basalamah
Dalam video singkat yang beliau sampaikan, Ustadz Khalid Basalamah menekankan bahwa menjenguk orang sakit bukan hanya memberikan hiburan dan semangat, tetapi juga menambah pahala bagi yang melakukannya. Beliau mengingatkan agar seorang muslim selalu menyempatkan waktu untuk datang, walau sebentar, karena setiap kunjungan menjadi sarana silaturahmi, pengingat akan nikmat sehat, sekaligus ibadah yang Allah balas dengan pahala besar.
Ustadz Khalid juga menekankan adab saat menjenguk orang sakit. Tidak berlama-lama hingga memberatkan, membawa doa yang baik, serta menguatkan iman dan kesabaran orang yang sedang diuji. Dengan begitu, kunjungan yang dilakukan benar-benar menjadi amal shaleh yang bernilai.
Doa Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah ﷺ juga memberikan tuntunan doa saat menjenguk orang sakit. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari-Muslim beliau mendoakan:
“Laa ba’sa thahuurun in syaa Allah.”
(Tidak mengapa, insya Allah sakit ini akan menjadi penyuci dosa).
Doa sederhana ini bisa menjadi penghibur hati bagi orang yang sakit sekaligus doa kebaikan agar penyakitnya menjadi penghapus kesalahan.
Dampak Sosial dan Psikologis
Selain keutamaan ibadah, menjenguk orang sakit juga memberikan dampak positif secara sosial. Pasien yang dijenguk akan merasa lebih diperhatikan, termotivasi untuk sembuh, dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian. Hal ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan, karena dukungan emosional memiliki pengaruh besar terhadap kondisi fisik seseorang.
Di sisi lain, masyarakat yang membiasakan amalan ini akan semakin kuat dalam persaudaraan. Solidaritas dan kasih sayang akan tumbuh sehingga melahirkan komunitas yang lebih harmonis.
Penutup
Menjenguk orang sakit adalah amalan sederhana namun penuh hikmah. Islam menjadikan aktivitas ini sebagai bentuk ibadah sekaligus sarana memperkuat ukhuwah. Dari Al-Qur’an, hadis, hingga penjelasan para ulama seperti Ustadz Khalid Basalamah, kita memahami bahwa amal ini memberikan pahala besar, menyucikan hati, serta mendatangkan keberkahan.
Mari kita biasakan diri untuk menyempatkan waktu menjenguk saudara yang sakit. Tidak hanya menghibur mereka, tetapi juga memperkaya jiwa kita dengan rasa syukur, kepedulian, dan kesadaran akan nikmat sehat.
