Golongan yang Tercela Saat Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah di mana setiap Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, di bulan suci ini, ada juga golongan yang justru menjadi tercela karena perbuatan mereka. Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya menjelaskan siapa saja yang termasuk dalam golongan ini berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

1. Orang yang Tidak Berpuasa Tanpa Udzur

Allah SWT telah mewajibkan puasa bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, dan mampu menjalankannya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Namun, ada sebagian orang yang tidak menjalankan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Mereka termasuk golongan tercela karena meninggalkan kewajiban yang Allah perintahkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa udzur atau sakit, maka tidak akan bisa menggantinya meskipun ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Mereka yang sengaja meninggalkan puasa tanpa alasan syar’i ini menunjukkan kurangnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

2. Orang yang Berpuasa, tetapi Tidak Menjaga Lisannya

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan buruk. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Banyak orang yang berpuasa tetapi tetap berkata kasar, ghibah, fitnah, atau menyebarkan berita bohong. Perbuatan ini dapat menghapus pahala puasa dan menjadikannya sia-sia.

3. Orang yang Malas Beribadah

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah, tetapi ada sebagian orang yang justru lalai. Mereka lebih banyak tidur, bermain, atau menghabiskan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 19)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Celakalah seseorang yang melewati Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Orang yang malas beribadah saat Ramadhan melewatkan kesempatan besar untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

4. Orang yang Berbuka dengan Cara yang Berlebihan

Meskipun berbuka puasa adalah momen yang dinanti, Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum. Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Sebagian orang justru menjadikan waktu berbuka sebagai ajang pesta makanan, sehingga kehilangan esensi puasa yaitu menahan diri. Berlebihan dalam makanan juga dapat membuat seseorang malas beribadah setelah berbuka.

5. Orang yang Lalai dalam Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim sebelum hari raya Idul Fitri. Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Namun, ada sebagian orang yang enggan mengeluarkan zakat fitrah atau menundanya hingga melewati batas waktu. Mereka termasuk golongan yang meremehkan kewajiban agama.

Kesimpulan

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, tetapi ada orang-orang yang justru menjadi tercela karena kelalaian mereka. Mereka yang tidak berpuasa tanpa udzur, tidak menjaga lisan, malas beribadah, berlebihan dalam berbuka, dan lalai membayar zakat fitrah adalah golongan yang merugi. Sebagai Muslim, kita harus berusaha menjauhi perbuatan tercela ini agar Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi momentum untuk memperbaiki diri.