Pendahuluan
Setiap manusia memiliki keinginan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Namun, tidak semua orang tahu bagaimana cara terbaik untuk mewujudkan keinginannya. Dalam Islam, doa adalah salah satu sarana utama untuk memohon kepada Allah ﷻ. Ustadz Khalid Basalamah sering mengingatkan bahwa menggantungkan keinginan dalam doa adalah bentuk keyakinan seorang hamba terhadap kekuasaan Allah ﷻ.
Bagaimana cara berdoa yang benar agar keinginan kita dikabulkan? Apa saja adab-adab dalam berdoa menurut Al-Qur’an dan Hadis? Artikel ini akan mengupas tuntas rahasia di balik doa yang mustajab.
1. Keutamaan Berdoa dalam Islam
Berdoa bukan hanya sekadar memohon, tetapi juga bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah ﷻ. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'” (QS. Ghafir: 60)
Hadis Rasulullah ﷺ juga menegaskan pentingnya doa sebagai ibadah:
“Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi, no. 3372)
Dari ayat dan hadis di atas, jelas bahwa berdoa bukan hanya sekadar mengutarakan keinginan, tetapi juga bentuk kepatuhan dan ketundukan kepada Allah ﷻ.
2. Menggantungkan Semua Keinginan dalam Doa
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pertolongan Allah ﷻ adalah dengan selalu menyertakan semua keinginan kita dalam doa. Ustadz Khalid Basalamah menekankan bahwa seorang Muslim tidak boleh menggantungkan harapannya kepada manusia, melainkan hanya kepada Allah ﷻ.
Dalam sebuah hadis qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang tidak meminta kepada-Ku, maka Aku akan murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi, no. 3373)
Artinya, Allah menyukai hamba-Nya yang selalu meminta kepada-Nya. Semakin sering seseorang berdoa, semakin besar pula peluang doanya dikabulkan.
3. Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
Agar doa lebih mudah dikabulkan, seorang Muslim dianjurkan untuk berdoa pada waktu-waktu mustajab, di antaranya:
- Sepertiga malam terakhir – Rasulullah ﷺ bersabda:“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya…'” (HR. Bukhari, no. 1145)
- Saat sujud dalam shalat – Rasulullah ﷺ bersabda:“Keadaan terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa di dalamnya.” (HR. Muslim, no. 482)
- Antara adzan dan iqamah – Rasulullah ﷺ bersabda:“Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Daud, no. 521)
- Saat berpuasa dan menjelang berbuka – Rasulullah ﷺ bersabda:“Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa pemimpin yang adil.” (HR. Tirmidzi, no. 1905)
- Pada hari Jumat, terutama di sore hari – Rasulullah ﷺ bersabda:“Di hari Jumat terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim berdoa pada waktu itu, Allah pasti mengabulkannya.” (HR. Bukhari, no. 935)
Dengan memperhatikan waktu-waktu mustajab ini, doa yang dipanjatkan akan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah ﷻ.
4. Adab Berdoa agar Dikabulkan
Agar doa lebih berpeluang dikabulkan, ada beberapa adab yang harus diperhatikan, antara lain:
- Memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah ﷺ
- Rasulullah ﷺ bersabda:“Jika salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Rabb-nya dan bershalawat kepada Nabi-Nya, kemudian barulah ia berdoa.” (HR. Abu Daud, no. 1481)
- Mengangkat tangan saat berdoa
- Rasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia malu apabila seorang hamba mengangkat tangannya (berdoa) kepada-Nya, lalu membiarkannya kosong tanpa dikabulkan.” (HR. Abu Daud, no. 1488)
- Berdoa dengan penuh keyakinan dan tidak terburu-buru
- Rasulullah ﷺ bersabda:“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479)
- Menghindari makanan dan harta haram
- Rasulullah ﷺ bersabda:“Seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Ya Rabb, Ya Rabb,’ tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari sesuatu yang haram, maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim, no. 1015)
5. Bersabar dan Tidak Berputus Asa dalam Berdoa
Terkadang, doa yang kita panjatkan tidak langsung dikabulkan. Namun, sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh berputus asa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan dikabulkan doa seseorang selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan mengatakan: ‘Aku sudah berdoa, tetapi tidak dikabulkan.'” (HR. Bukhari, no. 6340)
Allah ﷻ memiliki tiga cara dalam menjawab doa hamba-Nya:
- Dikabulkan sesuai permintaan.
- Ditunda hingga waktu yang tepat.
- Diganti dengan sesuatu yang lebih baik di dunia atau di akhirat.
Oleh karena itu, tetaplah berdoa dan yakinlah bahwa setiap doa pasti didengar oleh Allah ﷻ.
Kesimpulan
Menggantungkan keinginan dalam doa adalah salah satu bentuk keyakinan seorang Muslim kepada Allah ﷻ. Dengan memahami keutamaan doa, waktu-waktu mustajab, serta adab dalam berdoa, kita dapat lebih dekat dengan Allah ﷻ dan meraih segala keinginan dengan cara yang diridhai-Nya.
Seperti yang sering disampaikan oleh Ustadz Khalid Basalamah, doa bukan hanya sekadar meminta, tetapi juga wujud ketergantungan seorang hamba kepada Tuhannya. Maka, jangan pernah ragu untuk selalu berdoa dan berharap hanya kepada Allah ﷻ.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui doa.
