Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sepuluh hari pertama bulan ini, khususnya tanggal 1 hingga 9, memiliki keutamaan yang luar biasa. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah. Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini – yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”
(HR. Bukhari).
Hadis ini menunjukkan bahwa amal ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat, dzikir, sedekah, dan puasa.
Anjuran Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah
Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, terutama bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, sangat dianjurkan. Puasa ini mencakup puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, dengan puncaknya pada puasa Arafah di tanggal 9.
Dalam ceramah singkatnya, Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Beliau menekankan bahwa puasa pada hari-hari tersebut merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah, yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang.”
(HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa kecil selama dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang. Namun, penting untuk diingat bahwa dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.
Niat Puasa Dzulhijjah
Berikut adalah bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa atau pada pagi hari sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Kesimpulan
Puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ini memiliki keutamaan besar, termasuk penghapusan dosa dan peningkatan pahala. Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan umat Islam untuk tidak melewatkan kesempatan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan puasa dan amal ibadah lainnya pada hari-hari mulia ini, semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya.
