Dalam Islam, kedudukan seorang istri yang berbakti kepada suaminya sangatlah mulia. Bahkan, salah satu jalan tercepat menuju surga bagi seorang wanita adalah dengan ketaatan dan pelayanan kepada suami selama tidak melanggar syariat. Hal ini disampaikan secara gamblang oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam berbagai ceramahnya, termasuk dalam video pendek yang viral di media sosial.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, Ustadz Khalid menyampaikan bahwa istri yang salihah adalah istri yang memahami tanggung jawabnya sebagai pendamping hidup, pelayan rumah tangga, dan penenang jiwa suaminya. Salah satu bentuk terbesar dari ketaatan seorang wanita kepada Allah ﷻ adalah dengan memuliakan dan berbakti kepada suaminya.
Kedudukan Suami dalam Pandangan Islam
Allah ﷻ berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita…”
(QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini menunjukkan bahwa suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan istri memiliki kewajiban untuk taat kepada suami selama tidak dalam maksiat. Ketaatan ini adalah bentuk dari struktur yang Allah tetapkan untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada yang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami atas istrinya.”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi)
Hadis ini menggambarkan betapa besar hak seorang suami, sehingga tidak pantas bagi seorang istri untuk mengabaikan atau melawan tanpa alasan syar’i.
Bentuk-Bentuk Bakti kepada Suami
Menurut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah, bakti kepada suami tidak sebatas pelayanan fisik semata, tetapi mencakup banyak hal seperti:
- Mentaati perintah suami selama tidak bertentangan dengan syariat.
- Menjaga diri dan kehormatan saat suami tidak di rumah.
- Tidak membelanjakan harta suami tanpa izin.
- Menjaga rumah dan anak-anak dengan baik.
- Tidak membanding-bandingkan suami dengan pria lain.
Bakti kepada suami juga merupakan ibadah yang bernilai pahala besar. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya seorang wanita salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.’”
(HR. Ahmad)
Ringkasan Video: Berbakti Tanpa Banyak Alasan
Dalam video singkat yang disampaikan oleh Ustadz Khalid, beliau menekankan bahwa istri seharusnya tidak terlalu banyak alasan ketika diminta oleh suaminya, apalagi dalam hal yang sederhana dan baik. Misalnya, ketika diminta menemani, melayani makan, atau berdandan untuk suami.
Beliau menegaskan bahwa istri adalah sumber pahala terbesar bagi dirinya sendiri ketika ia memuliakan suami, bukan karena takut atau terpaksa, tetapi karena ingin taat kepada Allah ﷻ. Banyak wanita yang lupa bahwa kebahagiaan rumah tangga dibangun di atas dasar pengorbanan dan saling memenuhi hak dan kewajiban.
Video ini juga menyentil banyak realitas hari ini, di mana sebagian wanita enggan melayani suami, merasa tertekan, atau hanya ingin dilayani. Padahal, dalam Islam, pelayanan istri kepada suami adalah kehormatan dan bentuk ibadah.
Dampak Positif Bakti kepada Suami
Bakti seorang istri kepada suami dapat mendatangkan banyak keberkahan, di antaranya:
- Rumah tangga menjadi harmonis dan tenteram.
- Anak-anak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang.
- Suami akan semakin mencintai dan menghargai istrinya.
- Allah akan memberikan pahala besar dan mempermudah urusan dunia-akhirat.
Keseimbangan antara Hak dan Kewajiban
Ustadz Khalid juga menekankan bahwa meski istri wajib berbakti, suami juga wajib menunaikan hak istri, seperti:
- Memberikan nafkah lahir dan batin.
- Memuliakan dan memperlakukan istri dengan baik.
- Menjadi imam dan teladan dalam ibadah.
Ketaatan istri bukanlah bentuk penindasan, melainkan implementasi dari struktur rumah tangga Islami yang dibangun atas cinta, tanggung jawab, dan ibadah.
Penutup
Bakti kepada suami adalah salah satu bentuk pengabdian istri kepada Allah ﷻ. Dengan berbakti kepada suami, seorang wanita tidak hanya menjaga keutuhan rumah tangga, tetapi juga membuka jalan menuju surga. Nasehat Ustadz Khalid Basalamah ini penting untuk direnungkan dan diamalkan oleh setiap muslimah, agar kehidupan rumah tangga tidak hanya bahagia di dunia, tetapi juga berkah di akhirat.
