Kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, kedamaian, dan ketenangan adalah impian setiap umat manusia. Dalam Islam, Allah menjanjikan kehidupan thayyibah (baik) kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Kehidupan thayyibah ini tidak hanya berupa kebahagiaan dunia, tetapi juga ketenangan batin dan ketentraman jiwa yang sejati.
Ustadz Khalid Basalamah, seorang ulama dan da’i yang dikenal luas, menjelaskan dalam kajiannya tentang kehidupan thayyibah yang dijanjikan oleh Allah. Konsep ini merujuk pada kehidupan yang penuh berkah, kedamaian, dan rasa syukur yang datang dari iman yang kuat kepada Allah. Allah memberikan kehidupan yang baik ini sebagai ganjaran bagi orang-orang yang beriman dan taat menjalankan ajaran-Nya.
Kehidupan Thayyibah dalam Al-Qur’an
Allah berfirman dalam Al-Qur’an, surah An-Nahl ayat 97:
“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia dalam keadaan beriman, maka Kami akan memberi kepadanya kehidupan yang baik (thayyibah). Dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan yang baik (thayyibah) merupakan janji Allah kepada orang yang beriman dan beramal shalih. Kehidupan thayyibah ini bisa dirasakan baik di dunia maupun di akhirat. Namun, kehidupan di dunia ini lebih kepada kedamaian hati, kemudahan dalam urusan hidup, dan rasa syukur yang tidak terhingga terhadap nikmat yang diberikan Allah.
Kehidupan thayyibah yang dijanjikan Allah bukan berarti hidup tanpa masalah. Sebaliknya, masalah tetap akan datang sebagai ujian, tetapi bagi orang beriman, masalah tersebut tidak membuat mereka terpuruk. Justru, masalah tersebut menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas iman.
Ciri-Ciri Kehidupan Thayyibah
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa kehidupan thayyibah memiliki beberapa ciri yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang beriman:
- Kedamaian dan Ketentraman Hati Salah satu tanda kehidupan thayyibah adalah kedamaian hati. Orang beriman yang hidup dengan penuh syukur dan tawakal kepada Allah akan merasakan kedamaian yang tidak tergoyahkan oleh masalah apapun. Hati mereka merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah, dan mereka tidak terjebak dalam keserakahan duniawi.
- Kemudahan dalam Hidup Kehidupan yang thayyibah juga ditandai dengan kemudahan dalam urusan hidup. Bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi Allah memberikan jalan keluar yang mudah bagi orang yang beriman. Dengan selalu mengingat Allah dan berserah diri kepada-Nya, segala kesulitan akan terasa lebih ringan dan mudah untuk dihadapi.
- Berkah dalam Setiap Aktivitas Setiap aktivitas yang dilakukan oleh orang yang beriman akan diberkahi oleh Allah. Baik itu pekerjaan, keluarga, maupun ibadah, semua akan dipenuhi dengan keberkahan yang membawa kebaikan dan manfaat. Hal ini juga tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:”Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.”
- Kehidupan yang Penuh Syukur Syukur adalah salah satu ciri orang yang hidup dengan kehidupan thayyibah. Dengan iman yang kokoh, seseorang akan selalu mensyukuri nikmat Allah, baik yang besar maupun yang kecil. Syukur ini akan membawa kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup, meskipun di tengah kesulitan hidup.
Allah Menjanjikan Kehidupan Thayyibah bagi Orang Beriman
Allah berjanji akan memberikan kehidupan yang baik kepada siapa saja yang beriman kepada-Nya. Janji ini tercantum dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Namun, untuk meraih kehidupan thayyibah ini, seseorang harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta beramal shalih sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam surah Al-Baqarah ayat 2, Allah menyebutkan tentang orang yang beriman sebagai orang yang mendapatkan petunjuk dari-Nya:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
Orang yang bertakwa adalah mereka yang berusaha untuk selalu taat kepada Allah dalam segala aspek kehidupan mereka. Kehidupan thayyibah bukan hanya diperoleh dengan memiliki kekayaan duniawi, tetapi juga dengan menjaga hubungan baik dengan Allah, melakukan ibadah dengan ikhlas, serta selalu berbuat baik kepada sesama.
Hadis Nabi tentang Kehidupan Thayyibah
Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan umat Islam tentang kehidupan yang baik dalam hadisnya. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa hidup yang baik (thayyibah) bisa dicapai melalui ketaatan kepada Allah dan menjaga hubungan baik dengan sesama. Kehidupan yang baik tidak diukur dari harta atau kedudukan, tetapi dari seberapa dekat kita dengan Allah dan seberapa banyak amal shalih yang kita lakukan.
Kehidupan Thayyibah dan Ujian Hidup
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kehidupan thayyibah tidak berarti kehidupan tanpa ujian. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, surah Al-Baqarah ayat 155:
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sesuatu dari rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Orang beriman akan terus menghadapi ujian hidup, tetapi mereka akan selalu sabar dan tawakal kepada Allah. Kehidupan thayyibah adalah kehidupan yang penuh dengan ketenangan meskipun di tengah ujian, karena mereka yakin bahwa setiap ujian adalah bagian dari proses untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan
Allah menjanjikan kehidupan thayyibah kepada orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. Kehidupan ini tidak hanya tentang kebahagiaan duniawi, tetapi juga kedamaian hati, keberkahan, dan syukur yang datang dari Allah. Orang beriman yang menjalankan ajaran Islam dengan baik dan selalu mendekatkan diri kepada Allah akan merasakan kehidupan yang penuh dengan kebaikan, meskipun di tengah ujian hidup.
Dengan demikian, mari kita perbaiki iman dan amal kita agar dapat merasakan kehidupan thayyibah yang dijanjikan oleh Allah. Semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam setiap langkah hidup dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang hidup dalam kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.
