Kebahagiaan dan ketenangan hidup adalah impian setiap manusia. Dalam pandangan Islam, kebahagiaan sejati bukanlah semata-mata tentang harta, jabatan, atau popularitas, tetapi terletak pada hubungan kita dengan Allah serta cara kita menjalani kehidupan sesuai syariat-Nya. Salah satu ulama besar yang memberikan panduan tentang kebahagiaan dan ketenangan adalah Ibnu Hazm. Dalam ceramah Ustadz Muhammad Nurul Dzikri, beliau menjelaskan pelajaran-pelajaran penting dari Ibnu Hazm yang selaras dengan Al-Qur’an dan hadis untuk meraih hidup yang lebih bahagia dan tenang.
1. Kebahagiaan Dimulai dari Keikhlasan
Ibnu Hazm menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal perbuatan. Allah berfirman:
“Padahal mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas…” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Keikhlasan adalah kunci kebahagiaan karena dengannya, hati menjadi tenang. Ketika seseorang beramal hanya untuk mengharap ridha Allah, ia tidak lagi terbebani oleh penilaian manusia.
Ustadz Muhammad Nurul Dzikri menjelaskan bahwa hidup akan lebih ringan jika kita fokus pada apa yang Allah ridhai, bukan pada pujian atau kritik dari manusia.
2. Jangan Terlalu Terikat dengan Dunia
Ibnu Hazm mengajarkan bahwa salah satu penyebab kegelisahan adalah keterikatan yang berlebihan terhadap dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)
Sikap zuhud atau tidak terlalu cinta pada dunia akan membuat hati lebih tenang. Ustadz Nurul Dzikri menegaskan bahwa harta, jabatan, dan hal-hal duniawi lainnya hanyalah titipan yang harus digunakan sesuai dengan perintah Allah. Ketika kita menyadari bahwa dunia ini sementara, maka kegelisahan akan berkurang, dan hati menjadi lebih lapang.
3. Tingkatkan Hubungan dengan Al-Qur’an
Ibnu Hazm sering menekankan pentingnya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Allah berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang memberikan solusi atas segala masalah. Ustadz Muhammad Nurul Dzikri menyampaikan bahwa dengan membaca Al-Qur’an setiap hari, kita akan mendapatkan ketenangan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan hidup.
4. Bersikap Pemaaf
Ibnu Hazm mengajarkan pentingnya memaafkan orang lain sebagai salah satu cara untuk hidup bahagia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa memaafkan, maka Allah akan menambah kemuliaannya.” (HR. Muslim)
Menyimpan dendam hanya akan menambah beban hati. Sebaliknya, memaafkan adalah cara untuk membebaskan diri dari rasa sakit. Dengan memaafkan, kita tidak hanya menyenangkan hati orang lain, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah.
5. Bersyukur dalam Segala Keadaan
Allah berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7)
Ibnu Hazm menekankan bahwa kebahagiaan sejati datang dari rasa syukur. Syukur tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah. Ustadz Muhammad Nurul Dzikri menambahkan bahwa dengan mensyukuri nikmat yang ada, kita akan merasa cukup dan terhindar dari rasa iri terhadap orang lain.
6. Jangan Khawatir pada Hal di Luar Kendali
Ibnu Hazm mengajarkan untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali kita. Ini sejalan dengan firman Allah:
“Katakanlah: Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami…” (QS. At-Taubah: 51)
Kekhawatiran berlebihan hanya akan menambah kegelisahan. Ustadz Nurul Dzikri mengingatkan bahwa sebagai seorang muslim, kita harus bertawakal kepada Allah dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki hikmah.
7. Perbaiki Hubungan dengan Sesama
Ibnu Hazm juga mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hidup akan lebih bahagia jika kita menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan masyarakat. Sikap ramah, rendah hati, dan suka membantu akan membuat hati lebih lapang dan kehidupan menjadi lebih bermakna.
8. Selalu Mengingat Akhirat
Kebahagiaan dunia hanyalah sementara. Ibnu Hazm mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita selamat di akhirat. Allah berfirman:
“Dan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17)
Ustadz Nurul Dzikri menegaskan bahwa mengingat akhirat akan membuat kita lebih fokus pada amal kebaikan dan tidak terlalu terganggu oleh masalah dunia.
Kesimpulan
Kebahagiaan dan ketenangan hidup dapat diraih dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan hadis, serta mengambil hikmah dari nasihat ulama seperti Ibnu Hazm. Keikhlasan, rasa syukur, sikap zuhud, memaafkan, dan menjaga hubungan dengan Allah serta sesama manusia adalah kunci untuk hidup yang lebih bahagia dan tenang.
Semoga kita semua dapat mengamalkan pelajaran-pelajaran ini dalam kehidupan sehari-hari dan meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam bishawab.
