Larangan Berbuat Curang

Dalam kehidupan sehari-hari, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu jujur, amanah, dan menjauhi segala bentuk kecurangan. Perbuatan curang bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga menjadi sebab murkanya Allah ﷻ. Islam menegaskan bahwa keadilan adalah fondasi utama kehidupan bermasyarakat.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya.”
(QS. Al-An’am: 152).

Ayat ini menunjukkan betapa tegasnya larangan berbuat curang dalam segala bentuknya, baik dalam perdagangan, pekerjaan, maupun hubungan sosial.

Larangan Curang dalam Pandangan Islam

Curang berarti mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak benar. Allah ﷻ memperingatkan keras dalam Al-Qur’an:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”
(QS. Al-Muthaffifin: 1–3).

Ayat ini dengan jelas menggambarkan keburukan sifat curang. Orang yang curang hanya mementingkan dirinya sendiri, mengambil keuntungan sepihak, dan menzhalimi orang lain.

Ringkasan Nasehat Ustadz Khalid Basalamah

Dalam video singkat “Larangan Berbuat Curang”, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa kecurangan adalah dosa besar yang bisa menghapus keberkahan hidup. Beliau mengingatkan agar seorang muslim tidak meremehkan perbuatan curang meskipun kecil, karena setiap amal akan diperhitungkan di akhirat.

Beliau menekankan bahwa curang tidak hanya dalam urusan jual beli, tetapi juga dalam ibadah, pekerjaan, dan tanggung jawab. Misalnya, seorang pekerja yang menipu jam kerja, seorang pedagang yang menurunkan kualitas barang, atau bahkan seorang muslim yang tidak menepati janji. Semua itu termasuk bentuk kecurangan yang diharamkan.

Bentuk-Bentuk Kecurangan yang Harus Dihindari

  1. Curang dalam Perdagangan
    Mengurangi takaran, timbangan, atau kualitas barang yang dijual.
  2. Curang dalam Pekerjaan
    Tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, berbohong soal jam kerja, atau mengabaikan amanah.
  3. Curang dalam Ibadah
    Menunjukkan ibadah dengan riya’, padahal hatinya tidak ikhlas karena Allah.
  4. Curang dalam Janji
    Tidak menepati janji padahal sudah berkomitmen, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.”
    (HR. Bukhari dan Muslim).

Akibat Buruk dari Kecurangan

  1. Hilangnya Keberkahan
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Apabila penjual dan pembeli jujur dan menjelaskan (barang dagangannya), maka diberkahi jual beli mereka. Tetapi apabila mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat barangnya), maka dihapus keberkahan jual beli mereka.”
    (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Mendapat Murka Allah
    Orang yang curang berada dalam ancaman azab yang pedih di akhirat.
  3. Rusaknya Kepercayaan
    Masyarakat yang dipenuhi kecurangan akan kehilangan rasa aman, saling curiga, dan penuh permusuhan.

Cara Menjauhi Kecurangan

  1. Tanamkan Rasa Takut kepada Allah
    Yakin bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
  2. Biasakan Jujur dalam Hal Kecil
    Orang yang terbiasa jujur dalam hal kecil akan mudah jujur dalam hal besar.
  3. Perkuat Iman dan Taqwa
    Semakin dekat kepada Allah, semakin jauh seseorang dari perbuatan curang.
  4. Ingat Akibat Akhirat
    Orang yang curang akan dihisab dengan berat di hari kiamat.

Penutup

Larangan berbuat curang adalah peringatan keras bagi umat Islam agar selalu menjaga kejujuran dan amanah. Nasehat Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan kita bahwa curang sekecil apapun tetap dosa, dan akan merugikan diri sendiri di dunia maupun akhirat.

Seorang muslim sejati harus menjadikan kejujuran sebagai akhlak mulia, sehingga hidupnya penuh keberkahan dan selamat dari murka Allah ﷻ.