Iman dalam hati seorang Muslim ibarat bahan bakar dalam kendaraan. Saat ia penuh, hati menjadi tenang, amal mudah dilakukan, dan dosa terasa menjijikkan. Namun, saat iman melemah, kemalasan ibadah mulai tumbuh, maksiat terasa ringan, dan hati kehilangan rasa takut kepada Allah. Maka penting bagi setiap Muslim untuk menjaga agar imannya tidak menurun.
Dalam video singkat ceramahnya, Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan bahwa iman itu naik turun. Ketika seorang hamba banyak mengingat Allah, iman akan naik. Sebaliknya, ketika ia sibuk dengan dunia, lalai dari ibadah, dan mendekati maksiat, maka imannya akan turun.
Ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka…” (QS. Al-Anfal: 2)
Ustadz Khalid menekankan bahwa jangan biarkan iman dalam dada melemah begitu saja tanpa usaha untuk memperbaikinya. Karena saat iman melemah, akan sulit untuk istiqamah, mudah tergoda syahwat, dan malas melakukan amal kebaikan.
Tanda-Tanda Iman Sedang Melemah
Beberapa tanda-tanda iman seseorang sedang menurun antara lain:
Meninggalkan ibadah sunnah bahkan fardhu, seperti shalat lima waktu mulai dilalaikan.
Hati keras dan tidak tergerak saat mendengar ayat-ayat Allah.
Mudah marah dan sulit mengontrol emosi.
Enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an atau majelis ilmu.
Lebih sibuk dengan dunia dan meninggalkan akhirat.
Jika tanda-tanda ini mulai muncul, maka itu adalah alarm untuk segera memperbaiki kondisi iman sebelum semakin menurun dan sulit kembali.
Solusi Menjaga dan Meningkatkan Iman
Ustadz Khalid Basalamah memberikan beberapa nasihat praktis untuk menjaga dan meningkatkan iman:
1. Rutin Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah obat hati. Allah berfirman:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)
Membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Qur’an akan menjaga hati dari kekerasan dan membuat iman terus hidup.
2. Jaga Shalat Tepat Waktu
Shalat adalah tiang agama dan bukti utama keimanan. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang munafik) adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi)
Dengan menjaga shalat, khususnya berjamaah, kita menjaga komunikasi langsung dengan Allah, yang secara otomatis memperkuat iman.
3. Bergabung dengan Lingkungan yang Baik
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas iman. Berteman dengan orang-orang saleh, mengikuti kajian, dan menjauhi lingkungan yang penuh maksiat adalah langkah bijak untuk menjaga keimanan.
4. Perbanyak Zikir dan Doa
Zikir membuat hati menjadi tenang dan iman meningkat. Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Jangan lewatkan pagi dan sore tanpa zikir, serta mohon kepada Allah agar dijaga imannya:
“Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi ‘ala deenik.” (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu)
5. Jauhi Maksiat dan Dosa Kecil
Maksiat akan mematikan hati. Bahkan dosa kecil yang dilakukan terus-menerus bisa menghancurkan iman. Ustadz Khalid mengingatkan, jangan remehkan dosa kecil karena ia bisa menjadi pintu masuk dosa besar.
Pentingnya Menjaga Iman di Akhir Zaman
Kondisi akhir zaman adalah masa di mana fitnah tersebar luas, kemaksiatan dibungkus dengan kemajuan teknologi, dan godaan dunia ada di mana-mana. Maka dari itu, menjaga iman menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Akan datang kepada manusia suatu masa di mana orang yang sabar di antara mereka seperti menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)
Maka jangan biarkan iman turun tanpa upaya. Jadilah Muslim yang sadar bahwa iman adalah anugerah terbesar yang harus dijaga sampai akhir hayat.
Penutup
Setiap Muslim memiliki kewajiban menjaga imannya agar tetap hidup. Jangan biarkan iman turun dan akhirnya membuat kita jauh dari Allah. Dengan memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat, dan selalu mendekat kepada Al-Qur’an dan Hadis, kita dapat menjaga nyala iman dalam hati.
Sebagaimana nasihat Ustadz Khalid Basalamah, jangan biarkan iman kita turun karena hidup tanpa iman adalah jalan menuju kehancuran.