Wajibnya Mematuhi Suami

Dalam Islam, pernikahan bukan hanya ikatan lahiriah antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga ikatan spiritual dan tanggung jawab. Suami istri memiliki peran masing-masing yang harus dijalankan dengan penuh amanah dan keikhlasan. Salah satu kewajiban terbesar seorang istri adalah ketaatan kepada suaminya, selama tidak dalam maksiat kepada Allah.

Dalam salah satu video singkatnya, Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan bahwa mematuhi suami adalah kewajiban syar’i yang besar pahalanya, bahkan menjadi bagian dari jalan menuju surga. Namun, banyak perempuan di zaman ini melalaikan peran tersebut, lebih mengikuti emosi dan keinginan pribadi dibanding perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kewajiban Taat kepada Suami dalam Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…”
(QS. An-Nisa’: 34)

Ayat ini menunjukkan bahwa suami memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin rumah tangga. Kepemimpinan ini bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menjaga, membimbing, dan melindungi keluarganya. Sementara itu, istri berkewajiban mematuhi suami selama tidak dalam hal kemaksiatan.

Hadis tentang Taatnya Istri kepada Suami

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas istrinya.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menggambarkan betapa besar kedudukan dan hak suami dalam rumah tangga, bahkan Nabi ﷺ menggunakan perumpamaan sujud (yang tentu saja tidak boleh dilakukan selain kepada Allah) untuk menegaskan pentingnya ketaatan istri.

Dalam video tersebut, Ustadz Khalid Basalamah juga menggarisbawahi bahwa ketaatan kepada suami yang shalih dan taat kepada Allah akan membuka pintu surga. Beliau menjelaskan, banyak istri menganggap enteng hal ini, dan tidak sadar bahwa ketaatan terhadap suami bisa menjadi penyebab keselamatan dunia akhirat.

Suami Bukan Raja, Tapi Pemimpin Amanah

Ustadz Khalid juga memberikan penekanan bahwa suami bukan raja yang boleh bertindak semena-mena, melainkan pemimpin yang harus mendidik, menafkahi, dan menjaga istrinya sesuai syariat. Seorang suami harus menjadi teladan dan tidak boleh memerintahkan istri untuk melakukan hal yang dilarang agama.

Jika suami memerintahkan dalam urusan maksiat, maka istri tidak wajib mematuhi. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah.”
(HR. Ahmad)

Namun jika perintah suami masih dalam koridor syariat dan bukan maksiat, maka istri harus menaati dengan lapang dada, meskipun terkadang berat menurut hawa nafsu.

Ketaatan Membawa Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila seorang wanita menjaga salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.’”
(HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada suami adalah salah satu kunci utama bagi seorang wanita untuk meraih surga, sejajar dengan ibadah besar seperti salat dan puasa.

Tantangan Ketaatan di Zaman Modern

Di zaman modern ini, banyak pemikiran yang menyimpang dari nilai-nilai Islam. Konsep kebebasan yang kebablasan sering membuat wanita merasa tidak perlu tunduk kepada suami. Padahal, Islam justru memuliakan wanita dengan menempatkan mereka dalam sistem rumah tangga yang penuh kasih sayang, perlindungan, dan tanggung jawab.

Ustadz Khalid mengingatkan agar kaum wanita Muslimah tidak terjebak pada feminisme radikal yang merusak tatanan rumah tangga Islami, dan kembali pada ajaran Al-Qur’an serta teladan Nabi ﷺ.

Penutup

Ketaatan kepada suami bukan bentuk perbudakan, melainkan bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah ﷻ. Jika seorang istri melakukannya dengan ikhlas karena Allah, maka setiap langkah dan pelayanan kepada suami akan bernilai pahala.

Marilah kita memperbaiki niat dan meluruskan pemahaman. Untuk para istri, muliakan suami kalian dengan cara yang diperintahkan oleh Allah. Dan untuk para suami, pimpinlah rumah tangga dengan keadilan dan kasih sayang agar istri pun mudah taat dan rumah tangga menjadi ladang pahala bersama.