Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang menjadi momen istimewa bagi kaum Muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di bulan ini, umat Islam berusaha meningkatkan ibadah, termasuk membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih sungguh-sungguh. Namun, yang menjadi tantangan besar adalah bagaimana menjaga kebiasaan tersebut setelah Ramadhan berlalu. Jangan sampai semangat membaca dan memahami Al-Qur’an hanya bertahan selama bulan Ramadhan, lalu perlahan-lahan memudar setelahnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Ayat ini menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tartil (perlahan-lahan, memahami maknanya) adalah suatu perintah yang harus kita jaga, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun.
Menjaga Hubungan dengan Al-Qur’an Setelah Ramadhan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga interaksi dengan Al-Qur’an setelah Ramadhan:
1. Tetapkan Jadwal Harian Membaca Al-Qur’an
Salah satu alasan mengapa banyak orang lebih rajin membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah karena adanya target khatam. Maka, setelah Ramadhan, kita perlu menetapkan jadwal harian yang realistis, meskipun hanya beberapa ayat per hari. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa yang terpenting bukanlah jumlah halaman yang dibaca, melainkan konsistensi dalam membaca Al-Qur’an setiap hari.
2. Tadabbur Al-Qur’an: Memahami dan Mengamalkan
Membaca Al-Qur’an tidak sekadar melafalkan ayat-ayatnya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah Ta’ala berfirman:
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”
(QS. Sad: 29)
Tadabbur akan membuat kita semakin mencintai Al-Qur’an dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan. Salah satu cara untuk melakukan tadabbur adalah dengan membaca terjemahan dan tafsir dari para ulama terpercaya.
3. Menghafal dan Murajaah Ayat-ayat Al-Qur’an
Bagi yang telah menghafal Al-Qur’an atau sebagian ayatnya, penting untuk terus menjaga hafalan dengan murajaah (mengulang kembali). Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jagalah Al-Qur’an ini, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sungguh, ia lebih cepat lepas dibandingkan unta yang lepas dari tali kekangnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, kita memahami bahwa hafalan Al-Qur’an bisa hilang jika tidak dijaga dengan baik. Oleh karena itu, murajaah harus menjadi kebiasaan setelah Ramadhan agar ayat-ayat yang telah dihafal tetap melekat dalam ingatan.
4. Bergabung dalam Majelis Al-Qur’an
Salah satu cara efektif untuk menjaga semangat membaca Al-Qur’an adalah dengan bergabung dalam kelompok atau majelis yang membahas Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat akan meliputi mereka, malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan majelis ilmu Al-Qur’an. Jika sulit menghadiri majelis secara langsung, kita bisa memanfaatkan teknologi seperti kajian online atau grup pengajian virtual.
5. Mengamalkan Al-Qur’an dalam Kehidupan Sehari-hari
Menjaga Al-Qur’an setelah Ramadhan bukan hanya soal membaca dan menghafalnya, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus.”
(QS. Al-Isra’: 9)
Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam ibadah, muamalah, akhlak, maupun hubungan sosial. Oleh karena itu, kita perlu berusaha mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kesimpulan
Ramadhan adalah momen untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa mempertahankan kebiasaan baik tersebut setelahnya. Membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an adalah tanggung jawab setiap Muslim sepanjang hayat. Dengan menjaga interaksi yang konsisten dengan Al-Qur’an, insyaAllah kita akan mendapatkan keberkahan dalam hidup dan menjadi hamba yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memudahkan kita semua untuk terus menjaga Al-Qur’an dalam kehidupan kita, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun. Aamiin.
