Lakukan ini Sebelum Berdoa

Doa adalah bentuk komunikasi tertinggi seorang hamba dengan Tuhannya. Agar doa lebih “berharga”, tidak cukup hanya meminta—Tetapi perlu diawali dengan dua langkah pokok: memuji Allah SWT dan mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini bukan hiasan bahasa, melainkan adab utama yang ditekankan oleh Rasulullah dan dipertegas oleh Ustadz Khalid Basalamah. Berikut penjelasan lengkapnya.


Adab Awal Doa: Pujian untuk Allah

Sebelum memohon sesuatu, kita dianjurkan membuka doa dengan memuji Allah SWT, seperti:

  • “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
  • “Subhana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yasifun, wa salamun ‘alal mursalin”

Membaca pujian adalah cara menampilkan kerendahan hati dan pengakuan atas kebesaran-Nya. Rasulullah bersabda bahwa berdoa tanpa pujian itu seperti terburu-buru—“Orang ini tergesa-gesa sekali.” (ikut makna dari cerita sahabat) Ustadz Khalid menegaskan bahwa dengan memuji, kita membuka “pintu” keberkahan dari Allah.


Shalawat kepada Nabi: Syarat Mustajabnya Doa

Setelah memuji Allah, langkah selanjutnya adalah mengucapkan shalawat untuk Nabi SAW:

  • “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad…”

Rasulullah menyatakan: “Doa yang tidak dimulai dengan shalawat, maka doanya terputus.” Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan: shalawat bukan sekadar hormat kepada Nabi, tetapi juga bagian tak terpisahkan untuk menyiapkan doa agar lebih diterima di sisi Allah.


Paparan Ustadz Khalid

Dalam video singkat, Ustadz Khalid membawa ilustrasi viral: seorang sahabat masuk masjid, langsung mengangkat tangan dan berdoa “Allahummaghfir li…” namun teringat bahwa ia melewatkan pujian dan shalawat. Ini menunjukkan bahwa:

  • Tanpa pujian dan shalawat, doa kita rentan tidak sempurna.
  • Urutan utama adalah: puji Allah → shalawat ke Nabi → baru permohonan.

Landasan Al‑Qur’an dan Hadis

Beberapa ayat dan hadis yang mendukung adab mulia ini:

  1. QS. Al‑A‘raf: 43 – Puji-pujian dan salawat terdengar di surga bagi para penghuninya.
  2. Hadis Nabi – Doa yang disertai shalawat adalah “pintu” untuk kemuliaan di sisi Allah.

Ini mempertegas bahwa zuhud dalam doa membawa kekuatan spiritual dan membuka ruang bagi doa-doa lainnya.


Struktur Doa yang Baik: Panduan Praktis

Saat hendak berdoa, urutannya adalah:

  1. Takbiratul Ihram (Allahu Akbar)
  2. Tahmid: memuji Allah dengan lisan seperti “Alhamdulillah…”
  3. Shalawat: salam untuk Nabi SAW
  4. Permohonan hajat khusus
  5. Doa penutup: seperti “Allahumma salli ‘ala Muhammad…”
  6. Doa bagi saudara muslim lainnya, “Allahumma ij’al hajatna hajatim mahmudah…”

Manfaat Memuliakan Doa

Mengapa adab ini penting?

  • Menyamai urutan yang diajarkan Rasulullah
  • Membangkitkan ketulusan hati saat berdoa
  • Membersihkan niat dan fokus spiritual
  • Membuat doa terasa lebih “hidup” dan berkesan

Tips Agar Konsisten

Agar doa menjadi selalu tertata dengan adab:

  • Tambahkan langkah-langkah awal ke dalam kebiasaan doa harian.
  • Gunakan variasi pujian agar tidak monoton.
  • Aplikasi pengingat doa bisa membantu kita mengingat adabnya.
  • Ajarkan kepada keluarga agar menjadi budaya ibadah bersama.

Kesimpulan

Berdoa bukan sekadar meminta, tapi bagian dari perjalanan spiritual. Kita diwajibkan untuk:

  1. Memuliakan Allah melalui pujian tulus.
  2. Menghormati Nabi dengan shalawat.
  3. Barulah memohon segalanya dari Allah dengan khusyu dan yakin.

Ustadz Khalid Basalamah memastikan ini bukan sekadar teori—tapi praktik yang membuat doa kita lebih kuat dan lebih mungkin dikabulkan. Mari kita tinggikan nilai doa kita dengan adab ini.