Pendahuluan
Setiap manusia pasti menghadapi ujian dalam hidupnya. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi, kehilangan orang tercinta, penyakit, atau berbagai cobaan lainnya. Namun, sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh berputus asa, karena di balik setiap ujian pasti ada hikmah yang Allah ﷻ berikan.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)
Dalam kajian-kajiannya, Ustadz Muhammad Nurul Dzikri sering mengingatkan bahwa sebesar apa pun masalah yang kita hadapi, kita harus tetap berpegang teguh kepada Allah dan yakin bahwa pertolongan-Nya pasti datang. Bagaimana cara menghadapi ujian hidup agar tidak berputus asa? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
1. Mengingat Bahwa Setiap Ujian Pasti Ada Hikmahnya
Ketika menghadapi cobaan, kita sering kali bertanya, “Kenapa harus saya yang mengalami ini?” Padahal, dalam Islam, setiap ujian yang diberikan oleh Allah pasti mengandung hikmah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya itu baik, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa baik senang maupun susah, semua adalah bagian dari ketetapan Allah yang pasti memiliki kebaikan bagi hamba-Nya.
2. Jangan Biarkan Masalah Membuatmu Lupa Akan Rahmat Allah
Sering kali, ketika berada dalam kesulitan, kita merasa bahwa Allah tidak lagi peduli kepada kita. Padahal, Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah berfirman:
“Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada kesulitan yang tidak memiliki jalan keluar. Meskipun terasa berat, yakinlah bahwa di balik kesulitan ini Allah telah menyiapkan kemudahan yang akan datang.
3. Berdoa dan Bertawakal kepada Allah
Saat menghadapi kesulitan, jangan biarkan hati kita dipenuhi dengan keputusasaan. Sebaliknya, perbanyaklah berdoa dan bertawakal kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa adalah senjata bagi orang beriman, tiang agama, dan cahaya bagi langit dan bumi.” (HR. Hakim, no. 1813)
Beberapa doa yang bisa diamalkan saat menghadapi kesulitan:
- Doa Nabi Yunus ketika dalam kesulitan:“Laa ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin.”
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87) - Doa memohon keteguhan hati:“Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala diinika.”
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, no. 2140)
4. Sabar dan Yakin Bahwa Ujian Tidak Akan Melebihi Kemampuan Kita
Allah tidak akan memberikan ujian yang di luar batas kemampuan hamba-Nya. Hal ini telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah: 286)
Oleh karena itu, sebesar apa pun masalah yang kita hadapi, yakinlah bahwa kita mampu melewatinya dengan izin Allah.
5. Menghindari Godaan Setan yang Membuat Kita Putus Asa
Setan selalu berusaha menanamkan rasa putus asa dalam hati manusia agar mereka menjauh dari Allah. Ustadz Muhammad Nurul Dzikri mengingatkan bahwa saat kita mulai merasa putus asa, itu adalah bisikan setan yang harus segera kita lawan.
Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa: 76)
Lawan godaan setan dengan memperbanyak istighfar, dzikir, dan mengingat janji-janji Allah yang penuh rahmat.
6. Mencari Lingkungan yang Positif dan Menguatkan Iman
Saat kita merasa lemah, carilah lingkungan yang dapat menguatkan iman kita. Bersahabat dengan orang-orang yang saleh akan membantu kita menghadapi ujian dengan lebih baik. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seseorang itu akan mengikuti agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Daud, no. 4833)
Teman yang baik akan selalu mengingatkan kita untuk bersabar dan berprasangka baik kepada Allah.
7. Mengingat Bahwa Dunia Hanya Sementara
Masalah di dunia ini hanya bersifat sementara. Tidak ada kesedihan yang abadi, dan tidak ada kebahagiaan yang kekal. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani hidup ini dengan tetap berada di jalan yang benar.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)
Ketika kita mengingat bahwa dunia ini hanya sementara, kita akan lebih mudah menerima ujian dengan sabar dan ikhlas.
Kesimpulan
Sebesar apa pun masalah yang kita hadapi, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Ujian adalah bagian dari kehidupan yang akan selalu datang silih berganti. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan iman, doa, dan tawakal kepada Allah.
Ustadz Muhammad Nurul Dzikri selalu mengingatkan bahwa setiap kesulitan pasti memiliki jalan keluar. Jangan biarkan keputusasaan menguasai hati, tetapi jadikan setiap ujian sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Allah.
Semoga kita selalu diberikan keteguhan iman dalam menghadapi setiap cobaan. Aamiin.
